BGN-Pemprov DKI Teken Kesepakatan, BUMD Jakarta Jadi Penopang Rantai Pasok MBG

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan ditekennya nota kesepakatan tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah dapur MBG di Jakarta.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN dan Pemprov DKI sepakat BUMD jadi penopang rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Keterlibatan BUMD Jakarta meliputi pembiayaan untuk menjamin pasokan MBG dan masyarakat.
  • Gubernur DKI puas, MBG berdampak positif pada sosial, ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menandatangani nota kesepakatan yang menempatkan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai penopang utama rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan ditekennya nota kesepakatan tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Jakarta, sehingga penguatan rantai pasok menjadi isu krusial.

“Hari ini kita melakukan penandatanganan kesepahaman, karena dengan akan bertambahnya SPPG yang operasional di Jakarta, saya kira isu rantai pasok akan menjadi sangat menarik,” kata Dadan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dadan menjelaskan keterlibatan BUMD Jakarta juga meliputi sisi pembiayaan guna menjamin keberlanjutan pasokan bahan pangan program MBG milik pemerintah.

“Salah satu poin di dalam kesepakatan itu adalah bagaimana badan usaha milik daerah Jakarta, termasuk dari sisi pembiayaan, dapat terus menjamin pemenuhan rantai pasok untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis dan juga secara umum untuk masyarakat Jakarta,” jelas Dadan.

 

Dampak Signifikan

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku puas atas perkembangan positif Jakarta terkait pelaksanaan program MBG sebagaimana laporan yang disampaikan BGN. Ia menilai program MBG memberikan dampak signifikan bagi kondisi sosial dan ekonomi Jakarta.

“Saya termasuk orang yang sangat bahagia ketika Prof Dadan menyampaikan bahwa kondisi Jakarta saat ini sudah menjadi lebih baik. Hal tersebut membuat saya bangga karena dampak program ini sangat nyata,” kata Pramono.

 

Indikator Ekonomi

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa berbagai indikator ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year tercatat sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata nasional, dan ini patut kita syukuri bersama. Yang paling membahagiakan bagi saya adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat,” tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6