Momen Prabowo Beri Hadiah ke Pembaca Al-Qur’an di Acara 1 Abad NU, Apa Isinya?

Ainur melantunkan ayat suci Al Quran dengan suara keras dan indah di hadapan Prabowo, kiai, ulama, pejabat negara, hingga warga NU yang hadir dalam acara itu.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 12:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo memberikan koin presiden kepada qari Ahmad Ainur Roziqin di Mujahadah Kubro NU.
  • Ahmad Ainur Roziqin melantunkan ayat suci Al-Quran dengan indah di hadapan Prabowo dan pejabat.
  • Mujahadah Kubro NU bertujuan memperkokoh NU dan mendukung keberlangsungan bangsa.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan sebuah hadiah unik kepada seorang qari atau pembaca ayat Al-Qur'an saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Hadiah tersebut berupa koin Presiden RI.

Pembaca ayat suci Al Qur'an itu bernama Ahmad Ainur Roziqin. Dia melantunkan ayat suci Al Quran dengan suara keras dan indah di hadapan Prabowo, kiai, ulama, pejabat negara, hingga warga NU yang hadir dalam acara itu.

Usai membacakan ayat suci Al-Quran, Ahmad pun menyalami Prabowo yang duduk di atas panggung. Keduanya sempat bercengkrama sejenak. Prabowo beberapa kali tersenyum dan menepuk pundak Ahmad.

Setelah Prabowo, Ahmad juga menyalami Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Umum PBNU, hingga sejumlah pejabat negara. Ahmad kembali mendekati Prabowo yang duduk di barisan depan.

Prabowo lantas memberikan sebuah souvenir berupa koin presiden yang kerap diberikannya kepada masyarakat atau tamu luar negeri.

Para warga NU yang duduk di lapangan maupun tribun Stadion Gajayana pun bergemuruh saat Prabowo memberikan souvenir kepada Ahmad.

 

Refleksi Historis atas Peran NU Dalam Perjalanan Bangsa

Sejumlah pejabat negara turut hadir yakni, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri.

Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, hingga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama merupakan refleksi historis atas peran NU dalam perjalanan bangsa.

 

Tema Acara Mujadalah NU

Dengan mengangkat tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”, Mujahadah Kubro satu abad NU memiliki lima tujuan strategis, antara lain sebagai wadah konsolidasi, peningkatan pemahaman budaya pesantren, pengembangan budaya dan peradaban, penguatan komitmen kebangsaan, serta pelestarian tradisi dan spiritualitas.

Kelima tujuan strategis tersebut lebih luas lagi berorientasi untuk memperkokoh gerak langkah dan eksistensi NU untuk mendukung keberlangsungan bangsa di tengah dinamika global. Hal ini menjadikan Mujahadah Kubro sebagai ruang doa dan harapan bagi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6