Pramono saat Ikut Kerja Bakti: Saya Enggak Mau Masuk Gorong-Gorong, yang Kerja Otaknya

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menyusun peraturan gubernur (Pergub) guna mengatur kewajiban kerja bakti masyarakat secara lebih rinci dan terstruktur.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono Anung ajak warga Jakarta aktif kerja bakti gerakan Jaga Jakarta Bersih.
  • Pemprov DKI akan susun Pergub untuk atur kewajiban kerja bakti masyarakat lebih rinci.
  • Gerakan ini libatkan 171.134 orang, didukung normalisasi sungai dan pengerahan alat berat.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh warga untuk aktif mengikuti kerja bakti melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih yang digelar secara serentak di seluruh wilayah ibu kota.

“Hari ini kita bersama-sama mengikuti kerja bakti gotong royong yang dicanangkan secara serentak di seluruh Jakarta, yang kita sebut dengan Jaga Jakarta Bersih,” kata Pramono usai kerja bakti di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menyusun peraturan gubernur (Pergub) guna mengatur kewajiban kerja bakti masyarakat secara lebih rinci dan terstruktur.

“Pemerintah DKI Jakarta akan segera membuat Pergub untuk mengatur lebih rinci, lebih detail tentang hal tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga sempat melontarkan candaan saat bersama Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla. Ia menyebut dirinya dan JK lebih memilih merumuskan kebijakan ketimbang turun langsung membersihkan gorong-gorong.

“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,” ucap Pramono sambil tertawa.

Ia menambahkan, publik justru akan terkejut jika dirinya turun langsung ke gorong-gorong saat kerja bakti.

“Sekali-sekali Gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong,” tegasnya.

Kerahkan Alat Berat ke Titik Rawan Banjir

Pramono menjelaskan, gerakan Jaga Jakarta Bersih melibatkan sedikitnya 171.134 orang setiap pekan. Selain mendorong partisipasi warga dalam kerja bakti, Pemprov DKI juga terus melakukan normalisasi sungai sebagai langkah jangka panjang pengendalian banjir.

Beberapa sungai yang menjadi prioritas antara lain Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Pramono menyebut proses pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung hampir rampung.

“Normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan puluhan alat berat di berbagai titik rawan banjir.

"Sebagai misal ada 60 unit ekskavator yang bergerak, ada 144 dump truck dan juga bekerja di 66 lokasi,” jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6