Wamendagri Wiyagus Dorong Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih

Wamendagri Wiyagus dorong sinergi Pemda Banjar sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih demi penguatan SDM, ekonomi rakyat, dan visi Asta Cita 2045.

Diterbitkan 07 Februari 2026, 16:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamendagri tekankan kolaborasi pusat-daerah untuk sukseskan program prioritas nasional.
  • MBG adalah investasi SDM jangka panjang, selaras visi Asta Cita Indonesia Emas 2045.
  • Kopdeskel Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi rakyat dan penyerap produk lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas nasional. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjar.

Menurut Wiyagus, sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah karena sifatnya bukan program sektoral, melainkan gerakan bersama lintas pihak.

MBG sebagai Investasi SDM dan Bagian dari Asta Cita

Dalam arahannya, Wiyagus menjelaskan bahwa MBG menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat. Sasaran program ini mencakup anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok rentan.

“Ini adalah program yang merupakan investasi jangka panjang lah terhadap kualitas sumber daya manusia, apalagi sekarang kan kita sedang pada era bonus demografi,” tegasnya di Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026).

Ia menilai, penguatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian pangan merupakan pilar penting pembangunan nasional. Program MBG juga selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam delapan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, Wiyagus mengingatkan agar pemerintah daerah memahami Asta Cita sebagai pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Ini perlu saya sampaikan karena ini sebagai acuan kita dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah lima tahun ke depan,” ujarnya.

Kopdeskel Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

Terkait Kopdeskel Merah Putih, Wiyagus menjelaskan koperasi tersebut dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat. Kopdeskel diharapkan mampu menyerap hasil produksi lokal, memperpendek rantai distribusi, serta meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menambahkan, hingga saat ini secara nasional telah terbentuk lebih dari 81.000 unit koperasi secara kelembagaan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), lanjutnya, berperan strategis dalam memfasilitasi Pemda terkait pembentukan koperasi dan memonitor penyediaan lahan untuk pembangunan koperasi.

Wiyagus juga mengingatkan pentingnya integritas seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program prioritas nasional, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama pelayanan publik.

Di sisi lain, dirinya mengajak seluruh unsur Forkopimda Kota Banjar untuk terus menjaga kekompakan sebagai “super team” dalam menyukseskan program prioritas nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus hadir mendampingi dan memfasilitasi Pemda.

“D dalam super team itu terdiri dari para superman para superwoman ya, supermannya siapa? Yang hadir di sini," pungkasnya.

Turut hadir dalam forum tersebut Wali Kota Banjar Sudarsono beserta jajaran Pemkot Banjar, Forkopimda setempat, serta pejabat terkait lainnya. Setelah memberikan arahan, Wiyagus mengunjungi Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarsari Pataruman, Kota Banjar. Ia meninjau berbagai fasilitas dan menyapa para petugas di SPPG tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6