Jelang Imlek dan Ramadan, Pramono Siapkan Insentif Pajak untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari. Sementara Ramadan diperkirakan mulai 18 atau 19 Februari 2026.

Diterbitkan 07 Februari 2026, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta siapkan insentif pajak dan kegiatan jelang Imlek, Ramadan, Idulfitri 2026.
  • Tujuannya dorong ekonomi, libatkan UMKM, pusat belanja, tawarkan harga kompetitif.
  • Strategi serupa efektif, dorong transaksi Rp 15,25 T dan pertumbuhan 5,71% Q4 2025.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai insentif pajak dan kegiatan untuk menunjang perekonomian menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Kebijakan tersebut akan melibatkan pusat-pusat perbelanjaan, pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor jasa agar aktivitas ekonomi tetap bergairah seperti pada momentum Natal dan Tahun Baru lalu.

“Saya juga sudah memutuskan di dalam menyambut Imlek, Gong Xi Fa Cai, dan juga Ramadan dan puasa maupun Idulfitri maka Jakarta akan mengadakan berbagai kegiatan,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Dia menyampaikan, kegiatan itu mencakup upaya untuk mendorong pusat perbelanjaan dan UMKM agar semakin hidup, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbelanja dengan harga yang lebih kompetitif.

“Termasuk di dalam kegiatan itu mendorong agar pusat-pusat perbelanjaan, UMKM semakin hidup, orang bisa menikmati belanja dengan harga yang semakin kompetitif, tersedia. Kami memberikan insentif pajak dan lomba diskon dan sebagainya,” ujarnya.

Terbukti Efektif Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Pramono, strategi tersebut terbukti efektif mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025. Dia menyatakan bahwa insentif pajak dan pelonggaran aktivitas ekonomi saat Natal dan Tahun Baru lalu mampu mendorong transaksi hingga Rp 15,25 triliun.

“Itulah yang menyebabkan ketika menyambut Natal, Tahun Baru, transaksi di Jakarta sampai dengan Rp 15,25 triliun. Sehingga angka ini secara signifikan kemudian mempengaruhi pertumbuhan di triwulan keempat sampai dengan 5,71 persen,” jelasnya.

Pramono menegaskan, inovasi kebijakan dan kreativitas pembiayaan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap berada di atas rata-rata nasional.

“Itulah yang membuat saya meyakini, karena untuk menumbuhkan ekonomi di Jakarta itu kalau tidak ada creative financing, ada juga inovasi-inovasi, maka saya yakin pertumbuhan ekonomi di Jakarta pasti akan kurang lebih sebenarnya sama dengan pertumbuhan secara nasional,” katanya.

Diketahui, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 5 Februari 2026 tercatat pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 secara year on year sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 5,11 persen.

Sebagai informasi, Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari. Sementara Ramadan diperkirakan mulai 18 atau 19 Februari 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Perayaan Imlek 2026, yang jatuh pada 17 Februari sebagai Tahun Kuda Api, membawa semangat baru, libur panjang, serta tradisi berbagi ucapan, hampers, dekorasi, dan ritual penuh makna.
    Imlek
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Pramono
  • Sorot
  • Trending Terkini