Pemkot Jakarta Barat Terapkan Lubang Resapan Biopori untuk Kurangi Sampah

Pemkot Jakarta Barat melalui Sudin LH Jakarta Barat meluncurkan LRB di RW 04 Kedoya Utara untuk mengurangi sampah organik dan memperbaiki resapan air.

Diterbitkan 07 Februari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sukdin LH) melaksanakan program inovatif dalam pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) di RW 04, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk.

Program ini bertujuan menekan volume sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan. Penerapan LRB dilakukan di berbagai titik strategis, seperti pekarangan rumah, taman, dan sepanjang jalan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Pengelolaan sejak awal di tingkat rumah tangga dan lingkungan menjadi langkah utama untuk mengurangi volume sampah sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung.

"Sampah menjadi problem kalau tidak dikelola dari sumbernya, maka tidak akan selesai dengan maksimal. Saya bersama Sudis LH, dan Camat Kebon Jeruk akan membuat percontohan LRB pada 8 RT di Kedoya Utara," ujar Iin, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Jakarta Barat, www.barat.jakarta.go.id, Jumat 6 Februari 2026.

Teknologi LRB bekerja dengan cara memanfaatkan sampah organik rumah tangga yang dikumpulkan, dicacah, dan dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sampah organik ini bisa berupa sisa daun sayur, kulit buah, dan limbah dapur lainnya.

"Caranya, sampah organik rumah tangga dikumpulkan. Kemudian dicacah dan dimasukkan dalam lubang biopori. Sampah organik itu bisa dari limbah dapur seperti sisa daun sayur, kulit buah, dan sebagainya. Nantinya, limbah dapur yang dimasukkan pada LRB akan menjadikan tanah kaya unsur hara (subur)," ucap Iin.

Solusi untuk Konservasi Tanah dan Air

LRB merupakan metode konservasi tanah dan air yang sederhana namun efektif. Teknik ini dilakukan dengan membuat lubang silinder vertikal berdiameter 40 sentimeter dan kedalaman 80 hingga 100 sentimeter dengan cara mengebor tanah. 

Setelah lubang terbentuk, sampah organik rumah tangga yang telah dicacah dimasukkan ke dalam lubang. Sampah ini bisa berupa sisa sayur, kulit buah, daun kering, atau limbah dapur lainnya. Lubang kemudian ditutup dengan aman agar tidak membahayakan warga.

"Kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Sudis SDA, Bina Marga, serta Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut). Ke depannya, kami juga akan membuat mural, kolam gizi dan taman, seperti konsep penataan kawasan," terang Iin.

Program LRB tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah dan konservasi air, tetapi juga diintegrasikan dengan konsep penghijauan, edukasi lingkungan, dan penataan kawasan agar manfaatnya lebih luas bagi warga dan lingkungan.

Kedoya Utara Percontohan LRB

Penerapan teknologi LRB di Jakarta Barat dipusatkan di RW 04, Kelurahan Kedoya Utara, dengan melibatkan delapan RT sebagai wilayah percontohan, yaitu RT 002, 004, 005, 006, 007, 008, 009, dan 010. Setiap RT mendapatkan sejumlah titik LRB yang ditentukan berdasarkan lokasi strategis, termasuk pekarangan rumah, taman, dan sepanjang jalan. 

Total titik LRB yang dibuat mencapai 130 unit, yang menandakan skala program ini cukup besar dan menyasar seluruh lingkungan warga.

Menurut Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah, pemilihan RW 04 sebagai lokasi percontohan tidak sembarangan.

Lingkungan ini dipilih karena memiliki kepadatan penduduk dan volume sampah organik yang cukup tinggi, sehingga intervensi LRB dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi sampah sekaligus meningkatkan resapan air.

"Ada delapan RT yang menjadi percontohan pembuatan pengurangan sampah organik melalui LRB. Totalnya ada 130 titik LRB," jelas Iin.

Program ini dirancang sebagai model yang bisa direplikasi di wilayah lain, sehingga memberikan solusi sistematis untuk pengelolaan sampah organik dan konservasi lingkungan di Jakarta Barat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6