Polisi Periksa Komika yang Ikut Tampil Bersama Pandji Pragiwaksono di Mens Rea

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua komika berinisial DWN dan AAD yang tampil sebagai pembuka dalam acara Mens Rea bersama Pandji Pragiwaksono.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 12:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dua komika DWN dan AAD dipanggil polisi terkait acara stand up Mens Rea.
  • Pandji Pragiwaksono juga dipanggil atas enam laporan polisi yang masuk.
  • Pandji menegaskan Mens Rea murni komedi dan menerima konsekuensi polemik.

Liputan6.com, Jakarta - Dua komika berinisial DWN dan AAD, yang ikut tampil bersama Pandji Pragiwaksono dalam acara stand up comedy bertajuk Mens Rea, rencananya dipanggil polisi hari ini.

 

Diketahui, total ada enam laporan polisi berkaitan dengan Pandji Pragiwaksono yang diterima oleh Polda Metro Jaya. Seluruh laporan masih dalam tahap penyelidikan.

"Keduanya diperiksa diketahui berperan sebagai pembuka acara (opener) pada kegiatan Mens Rea," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dia tak menepis, pemeriksaan kedua komika tersebut salah satunya akan membahas materi yang disampaikan di panggung.

"Pemeriksaan difokuskan pada klarifikasi penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan, serta materi yang disampaikan," ungkap Budi.

Sebelumnya, Komika Pandji Pragiwaksono akan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya buntut materi stand up comedy Mens Rea.

"Iya undangan klarifikasi untuk Jumat 6 Februari 2026 jam 10," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (3/2/2026).

Pandji menekankan bahwa tujuan utamanya membuat pertunjukan murni komedi. Ia menegaskan bahwa desain utama dari Mens Rea adalah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat luas. "Bagi saya itu adalah pertunjukan komedi, didesain untuk menghibur masyarakat," tegasnya. 

Pandji mengakui sudah memprediksi adanya respons dari penonton, seiring kesuksesan Mens Rea yang sempat menduduki peringkat pertama trending di Netflix Indonesia. Namun ia tidak menyangka respons tersebut akan berujung pada polemik yang panas.

"Kalau akan menimbulkan respons sih tentu sudah diperkirakan. Tapi saya memperkirakannya responnya respon terhibur," ujarnya.

Anggap Sudah Jadi Konsekuensi

Meskipun respons yang diterima bercampur antara pujian dan kritikan pedas, Pandji memilih untuk menerima segala bentuk tanggapan tersebut sebagai konsekuensi logis dari sebuah karya. Ia menganggap perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah terjadi dalam dunia hiburan dan seni panggung.

"Bahwa pada akhirnya seperti ini, ya saya terima aja dan memang mungkin itu wajar ya. Siapa pun boleh punya pendapat terhadap karya saya," lanjutnya. Salah satu laporan yang muncul adalah adanya dugaan unsur penistaan agama. Menanggapi laporan tersebut, Pandji menghormatinya sebagai hak konstitusional setiap warga negara.

"Ya mungkin beliau-beliau ini sedang menjalankan haknya sebagai warga negara, ya saya ikutin aja prosesnya," jawab Pandji.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6