Pergerakan Tanah di Sukamakmur Bogor Rusak Belasan Rumah, 51 Jiwa Mengungsi

Pergerakan tanah terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sepanjang Rabu (28/1/2026) sore hingga Kamis (29/1/2026) pagi.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pergerakan tanah di Desa Pabuaran merusak 15 rumah, 10 lainnya terdampak.
  • Sebanyak 51 jiwa mengungsi akibat pergerakan tanah yang masih berlanjut.
  • Hujan deras dan pembangunan perumahan picu pergerakan tanah di lereng.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 rumah rumah rusak dan 10 lainnya terdampak akibat pergerakan tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdiri 51 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda pengungsian dan rumah saudara mereka.

Beberapa rumah yang sebelumnya masih berdiri kokoh, kini rata dengan tanah. Sementara rumah warga yang ikut terdampak mengalami retakan pada dinding dan lantai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani mengatakan pergerakan tanah di wilayah Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, berlangsung sejak Kamis (29/1/2026) 05.30 WIB dan berpotensi masih terjadi bencana susulan.

"Sampai saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan akan semakin berdampak kepada rumah yang lainnya sehingga kemungkinan data dan pengungsi akan terus bertambah," ujar Adam, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan data hingga Jumat sore pukul 17.00 WIB, tercatat tiga rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan tujuh lainnya rusak ringan.

"Tercatat 10 rumah terancam pergerakan tanah," ungkap Adam.

 

Intensitas Hujan Tinggi

Adam mengungkapkan, pergerakan terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sepanjang Rabu (28/1/2026) sore hingga Kamis (29/1/2026) pagi.

Selain itu, terdapat pembangunan perumahan kavling yang mengakibatkan tanah di kawasan lereng tersebut menjadi labil.

"Jarak antara proyek perumahan dengan pemukiman warga terdampak sekitar kurang lebih 50 meter. Ini berpotensi juga pergerakan tanah meluas," ujarnya.

Adam mengatakan, saat ini sudah tidak ada aktivitas warga di sekitar rumah karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan.

"Pemilik saat ini sudah dievakuasi oleh tim gabungan karena dikhawatirkan ambruk," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6