Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat, Pastikan Pencarian Korban Dimaksimalkan

Wapres Gibran juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan bantuan tepat sasaran

Diterbitkan 25 Januari 2026, 16:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wapres Gibran meninjau lokasi bencana, menekankan pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar.
  • Gibran meminta prioritas bagi kelompok rentan dan memastikan bantuan serta relokasi tepat sasaran.
  • Pentingnya penataan lingkungan ditekankan, dengan operasi SAR dan perlindungan pengungsi terus berjalan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/01/2026).

Dalam kunjungannya, Gibran menekankan proses pencarian dan pertolongan korban berjalan maksimal serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Maksimalkan Pencarian Korban

Usai meninjau lokasi longsor, Gibran melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian di Balai Desa Pasirlangu untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta memberikan dukungan langsung kepada para pengungsi. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi.

“Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tim sudah turun semua ke lapangan dan kita upayakan semaksimal mungkin untuk pencarian korban,” ujar Gibran dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Dia meminta jajaran terkait agar memberikan perhatian prioritas terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan difabel agar benar-benar diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam,” pintanya.

Gibran juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk penanganan rumah-rumah yang rusak serta rencana relokasi dan perbaikan hunian, dengan tetap memperhatikan agar lokasi baru tidak terlalu jauh dari mata pencaharian warga.

“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga,” katanya.

Singgung Pentingnya Penataan Kembali Lingkungan

Selain itu, Gibran menegaskan pentingnya penataan kembali lingkungan dan pengawasan alih fungsi lahan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.

Diketahui, Posko Pengungsian Balai Desa Pasirlangu, saat ini menampung 230 jiwa, yang terbagi di dua ruangan, yakni ruang aula sebanyak 90 jiwa dan GOR sebanyak 140 jiwa. Untuk mendukung kebutuhan konsumsi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu, tidak jauh dari lokasi pengungsi.

Sebagai bagian dari penanganan terpadu lintas kementerian dan lembaga, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi.

“Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan,” ujar Menko PMK.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung oleh Basarnas dengan melibatkan ratusan personel gabungan serta dukungan sarana udara dan darat.

“Saat ini lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR, didukung unsur udara dengan drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” jelas Kepala Basarnas.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6