Pramono Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Pengendara di Tengah Macet dan Banjir Jakarta

Pramono menyampaikan telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pendataan dan mencari tahu penyebab meninggalnya pengendara tersebut.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI berduka atas kematian pengendara di tengah banjir dan macet Jakarta.
  • Penyebab kematian masih diselidiki Dinkes, polisi duga karena sakit bukan macet.
  • Pengendara ditemukan tak responsif di mobilnya setelah saksi melaporkan kejadian.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka mendalam usai seorang pengendara mobil ditemukan meninggal dunia di Jalan Prof Dr Latumeten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis 22 Januari 2026. Pengendara itu meninggal di tengah banjir dan macet Jakarta.

“Terus terang saya berduka untuk itu. Karena memang yang meninggal saya sudah membaca beritanya, walaupun saya belum secara langsung bertemu,” kata Pramono di Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026)

Pramono menyampaikan telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pendataan dan mencari tahu penyebab meninggalnya pengendara tersebut.

Pasalnya, berdasarkan informasi awal yang ia terima, pengendara bersangkutan meninggal saat terjebak dalam kemacetan yang dipicu genangan.

“Dari informasi yang saya peroleh, meninggal ketika terjadi kemacetan. Kemacetan juga sebagian karena terjadi banjir. Dan untuk itu sebagai Gubernur Jakarta tentunya kami sangat berduka,” ucapnya.

 

Pengendara Mobil Meninggal

Diketahui, seorang pengendara mobil berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di Jalan Prof. Dr. Latumeten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2025). Sempat ramai di sosial media, pengendara itu diduga meninggal akibat kemacetan yang terjadi.

Dalam video yang diunggah, kondisi ruas Jalan Prof. Dr. Latumeten terpantau padat kendaraan ditambah adanya genangan air.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, Alexander Tengbunan pun meluruskan kabar yang beredar tersebut. Dia menegaskan, belum ada kesimpulan pengendara itu meninggal akibat terjebak kemacetan.

"Kalau penyebab meninggalnya kita belum bisa pastikan. Kemungkinan karena sakit," kata dia.

 

Kronologi

Dia mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, saksi yang berada di sebuah bengkel dekat lokasi melihat ada mobil yang berhenti di tengah jalan.

Saksi kemudian melapor ke petugas lalu lintas. Anggota lantas yang datang ke lokasi sempat mendorong mobil karena diduga mogok. Namun, kendaraan tidak bergerak lantaran rem tangan masih aktif.

Dia mengatakan, pihak kepolisian lalu mencoba mengetuk kaca dan membuka pintu mobil, namun pengemudi tidak merespons. Saat dicek, pengemudi terlihat duduk dengan kepala tertunduk di depan setir, mengenakan kaos abu-abu dan celana jenas biru.

"Terus dicek kenapa bisa merunduk ini, mungkin tidur atau gimana kan, tapi pas dicek denyut nadinya sudah tidak berdetak," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6