Prabowo Pamerkan Program Sekolah Asrama Gratis di WEF, Strategi Putus Rantai Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto memaparkan adanya program sekolah berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026, yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Diterbitkan 23 Januari 2026, 00:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo memaparkan program sekolah berasrama gratis untuk anak tidak mampu di WEF 2026.
  • Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan pendidikan berkualitas dan setara.
  • Pemerintah juga merencanakan renovasi 60 ribu sekolah dan pembangunan 1.000 sekolah modern.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memaparkan adanya program sekolah berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026, yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Ini menjadi komitmen pemerintah dan upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Menurut Prabowo, kemiskinan kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebab itu, negara harus hadir untuk memberikan akses pendidikan yang setara, demi memberikan masa depan yang lebih baik.

"Kami telah membangun 160 sekolah berasrama untuk anak-anak termiskin dan akan mencapai 500. Tujuan kami memutus rantai kemiskinan. Biasanya, anak petani miskin akan tetap menjadi petani miskin. Anak pemulung akan menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran kemiskinan itu," tutur Prabowo.

Melalui program sekolah berasrama, lanjutnya, pemerintah Indonesia ingin memastikan anak-anak dari kelompok paling rentan dapat memperoleh pendidikan berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan.

Prabowo juga menyampaikan rencana renovasi 60 ribu sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu modern sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Langkah ini diyakini akan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat mobilitas sosial masyarakat.

 

Sejalan dengan Program Lainnya

Selain itu, kebijakan pendidikan tersebut sejalan dengan program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat.

Prabowo mengatakan, saat ini kemiskinan ekstrem di Indonesia telah berada di titik terendah sepanjang sejarah, dan pemerintah menargetkan terhapusnya kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

"Tugas seorang pemimpin, kata seorang guru saya, sangat sederhana, membuat kaum miskin dan lemah bisa tersenyum. Itulah misi hidup saya," kata Prabowo.

Kepala Negara menegaskan, seluruh kebijakan sosial pemerintah diarahkan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan untuk menekan biaya kesehatan jangka panjang.

Dengan demikian, Indonesia akan mampu membangun masa depan yang lebih adil, inklusif, dan bebas dari kemiskinan struktural.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6