Hujan Guyur Jakarta, Warga di Sembilan Wilayah Ini Diminta Waspada

Seiring kenaikan tinggi muka air Sungai Angke, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi terkini dari BPBD DKI Jakarta guna menghindari risiko banjir.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau agar warga yang tinggal di sembilan wilayah bantaran Sungai Angke untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air dalam beberapa jam ke depan.

Pasalnya, berdasarkan pos pantau Angke Hulu naik ke status Waspada atau Siaga 3 pada Kamis (22/1/2026) pagi akibat hujan yang mengguyur wilayah Jakarta.

"Antisipasi kurang lebih 3 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air (PA) Cengkareng Drain," seperti dikutip dari laman resmi BPBD DKI Jakarta.

Disebutkan, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, tinggi muka air (TMA) di Pos Pantau Angke Hulu tercatat 140 cm pada pukul 07.00 WIB atau masih dalam kondisi Gerimis (Normal/Siaga 4).

Namun, berselang satu jam, pada pukul 08.00 WIB, TMA meningkat menjadi 155 cm, sehingga status dinaikkan menjadi Waspada (Siaga 3).

Adapun sembilan wilayah yang diimbau waspada meliputi Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, dan Kamal Muara.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI Jakarta telah melakukan penyebaran informasi melalui media sosial, sistem peringatan dini (DEWS), serta pemberitahuan langsung kepada camat dan lurah di wilayah terdampak.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk terus memantau perkembangan informasi dan segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 apabila terjadi kondisi darurat.

Prediksi BMKG, Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia akan diselimuti awan hingga diguyur hujan ringan pada Kamis (22/1/2026). Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.

“Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan,” ujar Prakirawan BMKG, Lintang Alya melalui keterangan tertulis.

Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Sementara di Pulau Kalimantan, kota-kota seperti Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin diprakirakan berawan, hanya Samarinda yang berpotensi diguyur hujan ringan.

“Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,” ujarnya.

Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sementara Gorontalo diprakirakan berawan.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire diprakirakan berawan tebal. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata dia, dilansir Antara.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan.

Faktor tersebut seperti adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6