Mahkamah Partai Gerindra Gelar Rapat Tentukan Nasib Sudewo Usai Jadi Tersangka

Menurut Dasco, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto selalu mengingatkan kepada kader untuk menjauhi korupsi.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo (Gerindra) sebagai tersangka jual beli jabatan.
  • Partai Gerindra menghormati proses hukum KPK dan sedang rapat menentukan nasib Sudewo.
  • Prabowo Subianto selalu mengingatkan kader untuk menjauhi korupsi dan bekerja untuk rakyat.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco menyatakan, menghormati KPK yang sudah menetapkan status tersangka Bupati Pati Sudewo terkait jual beli jabatan.

Saat ini, kata Dasco, Mahkamah Partai Gerindra tengah mengadakan rapat menentukan nasib dari Sudewo.

"Yang pertama kami menghormati, Partai Gerindra menghormati, langkah hukum yang diambil oleh KPK," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Dasco, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto selalu mengingatkan kepada kader untuk menjauhi korupsi.

"Kami juga berulang kali menyampaikan bahwa ketua umum partai kami, Pak Prabowo, sudah berkali-kali menegaskan kepada kader yang menjadi pimpinan baik di eksekutif maupun legislatif untuk berhati-hati dan mawas sendiri," ujarnya.

"Kami partai sedang mengadakan rapat di Mahkamah Kehormatan Partai. Ya kita tunggu saja hasilnya," sambungnya.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo tersangka kasus jual-beli jabatan di Pati pada Senin (20/1/2026).

Gerindra soal OTT Bupati Sudewo: Prabowo Sudah Sering Peringatkan Kader

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, angkat bicara soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo yang berasal Partai Gerindra.

Bahtra menyatakan, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah sering kali mengingatkan kepada seluruh kader yang menjadi kepala daerah untuk berhati-hati dan bekerja untuk rakyat.

"Ya Pak Prabowo kan sering mengingatkan semua kader ya, untuk agar berhati-hatilah. Jadi terus bekerja untuk masyarakat. Itu saja pesan Pak Prabowo kan harus kepala-kepala daerah Gerindra harus bekerja untuk rakyatlah," kata Bahtra saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2025).

Terkait ulah kepala daerah yang tetap melakukan korupsi meski adanya pesan tersebut, Bahtra menyatakan, hal tersebut urusan pribadi. Namun, ia menyebut Partai Gerindra selalu memberikan pembinaan kepada para kader.

"Ya itu kan personal pribadi ya. Dan kami di Partai Gerindra kan terus melakukan pembinaan buat kader-kader agar setiap kader itu untuk terus bekerja untuk rakyat," ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6