Liputan6.com, Jakarta - Ekspedisi OceanX Indonesia Mission berhasil memecahkan penelitian terhadap habitat paus dan lumba-lumba yang selama ini dinilai sulit dilakukan.
Misi ini dijalankan pada pertengahan 2024 melalui survei transek udara khusus mamalia laut (cetacean) pertama di perairan barat Sumatera.Â
Paus dan lumba-lumba adalah spesies laut dengan jangkauan jelajah luas, perilaku migrasi kompleks, dan tingkat keterdeteksian rendah.
Advertisement
Sehingga penelitian distribusi dan habitat terhadap dua hewan ini menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah laut lepas yang terpencil dan berbiaya tinggi untuk penelitian.
Hasil survei ekspedisi OceanX Indonesia Mission ini baru saja dipublikasikan dalam Frontiers in Marine Science.
Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia dan penulis utama studi Iqbal Herwata menyebutkan, penelitian ini bertujuan untuk memenuhi ketersediaan data ilmiah cetacean yang selama ini terbatas.
"Survei ini mengisi kekosongan data yang selama ini membatasi pengelolaan cetacean di laut lepas Indonesia," ujar Iqbal, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Konservasi Indonesia www.konservasi-id.org, Kamis (15/1/2026).
"Skala dan kualitas data ini memungkinkan perencanaan konservasi yang benar-benar berbasis bukti," sambungnya.
Penelitian ini dilaksanakan antara Mei hingga Juli 2024. Survei tersebut menghabiskan jarak tempuh sekitar 15.043 kilometer (setara jarak dari Bali ke Kanada).
Peneliti melakukan pengamatan dan mencatat 77 sighting dari 10 spesies cetacean, termasuk konfirmasi udara pertama paus pembunuh (killer whale) dan paus pembunuh kerdil (pygmy killer whale) di wilayah barat Indonesia.Â
Dengan mengintegrasikan data historis, jumlah spesies cetacean yang terdokumentasi di kawasan ini kini mencapai 23 spesies, atau 68 persen dari total cetacean yang diketahui di Indonesia.
Analisis pola sebaran cetacean menunjukkan adanya tujuh klaster habitat yang berbeda. Perbedaan ini terbentuk akibat adanya perbedaan dasar laut dan tingkat produktivitas perairan barat Sumatera.
Temuan ini juga menegaskan bahwa dinamika oseanografi memiliki peran yang penting dalam menentukan wilayah yang dimanfaatkan paus dan lumba-lumba di perairan barat Sumatera.
Persentase Hotspot Tertinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/797036/original/026433100_1421579066-Dolphin-2.jpg)
Area atau lokasi dengan tingkat kepadatan kemunculan yang sangat tinggi (hotspot) pada laut barat Sumatera didominasi oleh spinner dolphin dan striped dolphin, terutama di luar kawasan konservasi.Â
Sebanyak 93 persen hotspot berada di luar kawasan konservasi laut yang ada maupun yang diusulkan.
Dalam studi ini, peneliti mengidentifikasi hal tersebut sebagai penanda ketidaksesuaian antara jejaring kawasan konservasi dan distribusi aktual habitat penting cetacean, khususnya di wilayah offshore.
Pemodelan spasial menunjukkan adanya tumpang tindih yang signifikan antara habitat cetacean dengan aktivitas perikanan intensif dan lalu lintas maritim.
Hal ini memiliki potensi untuk meningkatkan risiko bagi beberapa spesies tertentu seperti paus pembunuh, paus Omura, dan paus sperma, yang masuk dalam kategori spesies terancam punah.
Temuan ini mempertegas pelaksanaan program inisiatif nasional Blue Halo S, yang fokus pada penguatan tata kelola perikanan, perlindungan habitat laut penting, serta pengembangan ekonomi biru berkelanjutan di perairan barat Sumatera.
Advertisement
Dukungan Penuh dari Pakar dan Pemerintah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1437445/original/042724100_1481871731-20161216-danau_singkarak-hitam3-sumbar.jpg)
Senior Ocean Program Advisor Konservasi Indonesia Victor Nikijuluw, menilai pemanfaatan laut dapat dirancang untuk keberlanjutan.
"Studi ini menyediakan baseline ekologi yang krusial dan secara presisi mengidentifikasi area prioritas, sehingga perlindungan dapat dirancang selaras dengan keberlanjutan pemanfaatan laut," ujar Victor.
Menurut Victor, wilayah barat Sumatera memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk diusulkan sebagai Important Marine Mammal Area (IMMA), sejalan dengan statusnya sebagai Ecologically or Biologically Significant Marine Area (EBSA).
Sementara itu, dari sisi kebijakan pemerintah, Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN Nugroho Dwi Hananto juga turut mendukung riset ilmiah ini.
Dia mengatakan, ketersediaan dan dan informasi ilmiah yang sahih sangat penting guna memberikan masukan bagi pemerintah dalam upaya merancang intervensi yang relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif
"Dalam bidang riset ilmiah kelautan, penyediaan armada kapal riset dengan berbagai peralatan riset canggih menjadi penting guna mengumpulkan data dan informasi tentang keanekaragaman biodiversitas dan sumber daya laut di Indonesia," kata Nugroho.
"Kerja sama penggunaan Kapal Riset RV OceanXploration milik OceanX dengan melibatkan para periset dari BRIN, Konservasi Indonesia, dan perguruan tinggi kini telah menghasilkan temuan penting yang akan berdampak signifikan," sambung Nugroho.
Sementara itu, Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone melihat hasil studi ini sebagai kekuatan eksplorasi multi platform yang memadukan perangkat canggih dengan kemampuan penelitian ilmiah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272817/original/082833900_1672033261-WhatsApp_Image_2022-12-23_at_15.23.04.jpeg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
![[Bintang] Hiu Paus](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3h4mQ4GAk6k2xPEqhftJlgY5E5o=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1247047/original/060563700_1464350553-hiu_paus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782150/original/095901200_1782877989-henrik-l-pSrbsvmIxSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790512/original/064355700_1782898493-Jenewa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209049/original/095547800_1746424139-image__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782451/original/096347000_1782887081-Cakung_Barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782422/original/035473700_1782885706-Degradasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782438/original/039428600_1782886412-GSDC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782364/original/067481400_1782884356-Listyo_Sigit.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508874/original/089230100_1771634785-Menhut_Raja_Juli_Perhutanan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406952/original/080820200_1762654895-000_834X3N9.jpg)