Dirut Bulog Pastikan Keberlanjutan Swasembada Pangan Lewat Optimalisasi Penyerapan dan Penyaluran

Bulog berkomitmen menjaga swasembada beras serta stabilitas harga dengan meningkatkan penyerapan gabah petani hingga 4 juta ton pada 2026 dan memastikan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 14:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama atau Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan dalam penyerapan gabah petani dan distribusi pangan dilakukan demi menjaga untuk keberlanjutan swasembada beras, ketersediaan pasokan, perlindungan petani, dan juga keterjangkauan pangan masyarakat.

"Bulog akan terus berkomitmen mendukung agenda swasembada pangan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Rizal, dilansir dari Antara, Kamis (15/1/2026).

Dalam pernyataannya tersebut, pada tahun 2026, Bulog mendapatkan tugas untuk penyerapan gabah dari pemerintahan untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dengan jumlah 4 ton, meningkat dari sebelumnya pada tahun 2025 sebanyak 3 juga ton.

Selain itu, kata Rizal, Bulog menargetkan penyerapan untuk jagung dengan jumlah 1 juta ton, kedelai 70 ribu ton, dan juga penyaluran pada minyak goreng sebanyak 720 ribu kilometer yang dilaksanakan bersama ID FOOD dan Agrinas Palma untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Dari sisi penyaluran, Bulog membuat strategi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan jumlah 1,5 juta ton yang akan dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026 ini," terang dia.

Tak hanya itu, pemetapan target untuk penyaluran SPHP jagung dengan jumlah 500 ribu ton, juga bantuan pangan selama empat bulan, penjualan beras premium dan medium untuk pasar umum sebanyak 2,5 juta ton, dan juga rencana ekspor beras premium mencapai 1 juta ton dengan tetap menjaga kecukupan stok nasional.

Apresiasi Mentan bagi 10 Pejabat Bulog Pengawal Swasembada

Bulog juga menegaskan bahwa peran strategisnya sebagai tulang punggung untuk ketahanan pangan nasional. Dengan 10 pejabat BUMN pangan menerima penghargaan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi di unit kerjanya yang telah berdedikasi dan juga berkontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

Sepuluh pejabat Bulog tersebut diberikan nilai telah berkontribusi menjaga cadangan, stabilitas pasokan, dan juga distribusi dalam pangan nasional. Dari sepuluh pejabat tersebut terdirinya atas lima Pemimpin Wilayah Perum Bulog dan lima dari Pemimpin Cabang.

Di antaranya yaitu, Pemimpin Wilayah Kanwil Jawa Timur, Kanwil Jawa Tengah, Kanwil Sulawesi Tenggara, Kanwil Nusa Tenggara Barat, dan Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kolaborasi yang solid dan berkelanjutan antara Kementerian Pertanian bersama Bulog ini menjadi modal utama bangsa dalam mempertahankan status swasembada.

Sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah tantangan dinamika pangan global.

Apresiasi Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan 2025

Pemimpin Cabang Pinrang, Sidrap Parepare, Unaaha, dan juga Pati. Penghargaan yang diberikan pada saat Rapat Koordinasi Serap Gabah/Beras dan juga Hilirisasi yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk capaian swasembada pangan pada tahun 2025.

"Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja keras pegawai kami di Kementerian Pertanian, TNI, Perum Bulog serta semua pihak yang telah bekerja bahu-membahu hingga Indonesia bisa mencapai swasembada pangan pada tahun 2025," kata Amran.

Sebelum itu, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan pengumuman bahwa Indonesia mencapai swasembada beras yang disampaikan di Karawang, Jawa Barat.

Sebagai tonggak penting kemandirian untuk pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6