Cerita Prabowo saat Aktif TNI, Beri Julukan 'Kapal Keruk' ke Komandan Korup

Prabowo mengungkapkan adanya budaya pemberian julukan bagi pimpinan yang memperkaya diri secara tidak sah. Julukan tersebut, menurut Prabowo, melekat seumur hidup. Apa itu?

Diterbitkan 12 Januari 2026, 22:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo ingatkan pimpinan K/L dan BUMN jadi teladan, korupsi cepat diketahui bawahan.
  • Tata kelola BUMN disorot Prabowo, banyak direksi tidak amanah dan merugikan negara.
  • Pimpinan yang tidak sanggup mengabdi atau tidak amanah diminta segera mengundurkan diri.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pimpinan kementerian/lembaga, termasuk jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar menjadi teladan bagi bawahannya. Prabowo menegaskan, perilaku koruptif seorang pemimpin akan dengan cepat diketahui oleh anak buahnya, bahkan sebelum aparat pengawasan mengetahuinya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan megaproyek kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

“Karena kita mengerti sifat manusia, yang menentukan adalah para pemimpin. Jadi pemimpin itu harus memberi contoh. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku memiliki pengalaman panjang saat bertugas di militer, di mana perilaku menyimpang seorang pimpinan akan lebih cepat diketahui oleh bawahannya dibanding pihak luar.

“Pengalaman saya di tentara, pemimpin itu maling cepat anak buah tahu, cepat sekali. Mungkin orang luar tidak tahu, mungkin BPK bisa dikibuli, KPK bisa dikibuli, tapi anak buah akan tahu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya budaya pemberian julukan bagi pimpinan yang memperkaya diri secara tidak sah. Julukan tersebut, menurut Prabowo, melekat seumur hidup.

“Di tentara itu kalau komandan-komandan yang maling, pemimpin yang maling itu dikasih julukan kapal keruk. Dan seumur hidup dia akan membawa nama itu, kapal keruk,” jelas Prabowo.

Sebut Ada Pimpinan BUMN Dablek, Tak Tahu Malu

Presiden kembali menegaskan bahwa sikap memberi teladan harus dimulai dari pimpinan tertinggi, termasuk dirinya sebagai kepala negara. Ia juga menyoroti masih adanya persoalan tata kelola di sejumlah BUMN.

“Banyak pengalaman kita, direksi-direksi BUMN saya katakan saja, tidak baik,” kata Prabowo.

Ia menyebut telah memberikan tugas kepada Kepala Danantara bersama sejumlah menteri terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh di BUMN. Prabowo menyoroti praktik pengelolaan yang dinilainya tidak bertanggung jawab.

“Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. Sangat banyak, banyak yang rugi, sudah rugi minta tantiem lagi. Nggak tahu malu, dablek menurut saya,” ujarnya.

 

Tidak Amanah, Silahkan Mundur!

Prabowo menegaskan, para pimpinan yang tidak sanggup menjalankan amanah dengan penghasilan yang tersedia sebaiknya mengundurkan diri.

“Kalau nggak mau, kalau nggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap gantikan,” tandas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6