Rapat PascaBencana, Mendagri Sebut Kini Hampir Semua Wilayah Aceh Listrik Sudah Hidup

Mendagri Tito Karnavian hampir semua wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), hingga Aceh sudah kembali teraliri listrik, pascabanjir bandang akhir tahun lalu.

Diterbitkan 10 Januari 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Listrik hampir pulih di Sumatera pascabanjir, 5 desa di Aceh masih pakai genset.
  • Mendagri meminta tambahan 5.000 personel TNI/Polri untuk percepatan pembersihan lumpur.
  • Kebutuhan mendesak lainnya adalah pasokan gas LPG 3 kg untuk masyarakat terdampak.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian hampir semua wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), hingga Aceh sudah kembali teraliri listrik, pascabanjir bandang akhir tahun lalu.

Tito menyebut, hanya tersisa 5 desa di Aceh yang masih belum masuk listrik.

"Hampir semua kepala daerah menyatakan sudah oke, secara umum jaringan utama ON,tapi jaringan menuju beberapa desa kecamatan itu tiang roboh, nah itu yang belum hidup," ujar Mendagri Tito dalam Rapat koordinasi satgas pemulihan bencana Sumatera DPR dan pemerintah digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri perwakilan pemerintah diantaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekejaan Umum RI Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan RI Gunadi Sadikin.

Namun, Tito menyebut kebutuhan listrik di lima desa sementara dibantu oleh genset.

"Caranya dibantu oleh genset," kata dia.

Kebutuhan lain menurut Tito yang dibutuhkan adalah gas LPG 3 kg.

"Mereka minta gas 3kg, mereka meminta gas melon diperbanyak untuk masak," ucap Tito.

Sebelumnya, Tito meminta tambahan bawah kendali operasi (BKO) TNI/Polri sebanyak 5000 personel utmuk membantu percepatan pembersihan lumpur pasca bencana Sumatera.

"Pembersihan lumpur harus dipercepat. Tambah BKO TNI POLRI, saya bilang bisa gak ditambah 5000 lagi,” kata Tito dalam rapat.

Tito menilai, momen saat ini adalah momen tepat untuk mempercepat pemulihan, sebab sebelum ramadan datang. Apabila bulan puasa maka akan sulit kerja maksimal.

"Sekarang Nataru sudah selasai, mumpung sebelum ramadan," jelas Tito.

 

Mendagri Minta Tambahan BKO 5.000 Personel TNI/Polri untuk Percepat Pembersihan Lumpur Pascabencana

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tambahan bawah kendali operasi (BKO) dari TNI/Polri sebanyak 5.000 personel untuk membantu percepatan pembersihan lumpur pascabencana di Sumatera.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat koordinasi satgas pemulihan bencana Sumatera DPR dan pemerintah yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri perwakilan pemerintah di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

"Pembersihan lumpur harus dipercepat. Tambah BKO TNI-POLRI, saya bilang bisa enggak ditambah 5.000 lagi," kata Tito dalam rapat.

Tito menilai, momen saat ini adalah momen tepat untuk mempercepat pemulihan, sebab sebelum ramadan datang. Apabila bulan puasa maka akan sulit kerja maksimal.

"Sekarang Nataru sudah selasai, mumpung sebelum ramadan," kata dia.

 

Penanganan Bencana Skala Nasional

Sebelumnya, Dasco memastikan, penanganan pasca bencana di Sumatera dilakukan skala nasional dan ke depan akan dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian.

"Supaya bisa ditangani sekala nasional dan fokus, pemerintah sudah membentuk Satgas percepatan rehabiltasi pascabencana, satgas mulai hari ini mulai ambil alih eksekusi di lapangan," kata Dasco dalam rapat.

"Selanjutnya satgas pasca bencana DPR RI akan menyertai, membantu mengkoordinasikan, untuk mengeksekusi kebijakan di lapangan," jelas Dasco.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6