Terdampak Longsor, 5 Rumah Warga di Kampung Selapajang Kabupaten Tangerang Rusak Berat

Sebanyak 5 rumah milik warga mengalami rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu 7 Januari 2026.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 14:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 5 rumah milik warga mengalami rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu 7 Januari 2026. Akibatnya, 28 jiwa pun harus mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal.

"Ada lima rumah rusak berat di bagian belakang rumah dan satu rumah rusak hampir keseluruhan karena pergerakan tanah," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Kamis (8/1/2026).

Taufik juga mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi akibat curah hujan tinggi dan tanah yang tidak stabil, sehingga terjadi pergeseran tanah. Untuk penanganan awal, pihaknya pun telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring dan pendataan.

"Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan akibat curah hujan yang kini masih melanda," kata Taufik.

Taufik mengungkapkan, akibat bencana longsor tersebut, warga menderita kerugian mencapai Rp400 jutaan. Pihaknya pun terus memonitor kondisi di lokasi kejadian.

"Sementara saat ini pada korban sudah dievakuasi dan mereka memilih mengungsi ke rumah saudara masing-masing yang tidak jauh dari lokasi," terang dia.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam tersebut.

Dalam hal ini, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga korban longsor.

"Adapun bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan bangunan serta bahan makanan pokok guna meringankan beban warga yang terdampak dan membantu kebutuhan dasar pascakejadian," jelas Andi.

 

Update Longsor di Kabupaten Serang: 193 KK Mengungsi dan 97 Unit Rumah Rusak

Sebelumnya, sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK) atau 504 jiwa terpaksa mengungsi usai longsor melanda Bukit Gapuas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Peristiwa itu terjadi Selasa 6 Januari 202 pukul 10.30 Wib.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, jadi semuanya kami kumpulkan di madrasah ini untuk stay disini dulu sampai kondisinya aman," ujar Bupati Serang, Ratu Zakiyah, Rabu 7 Januari 2026.

Di antara ratusan pengungsi, 31 lansia, 21 anak-anak dan balita, kemudian 4 ibu hamil. Longsor juga merusak 97 unit rumah.

Istri Mendes PDT Yandri Susanto itu menyebut longsor disebabkan tingginya curah di sekitar bukit Gapuas.

"Saya mohon doanya dari semua pihak, semoga kejadian ini tidak berulang kembali, semoga keadaan atau potensi curah hujan kita juga tidak lama lagi berhenti, jika hujan terus saya khawatir longsor lagi," terangnya.

Warga terdampak longsor diminta bertahan lebih dulu di lokasi pengungsian hingga kondisi dianggap aman.

 

Warga Diminta Tetap di Pengungsian Antisipasi Longsor Susulan

Hingga saat ini, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD hingga Dinas PUPR terus memantau lokasi longsor, untuk memastikan tidak ada bencana susulan.

"Asesmen apakah sudah aman untuk para warga kembali atau tidak ke rumahnya masing-masing, kalau belum bisa dikatakan aman, belum bisa kembali, karena sangat berbahaya," ucap Ratu Zakiyah.

Selama berada di lokasi pengungsian, kebutuhan harian warga akan dipenuhi oleh pemerintah, seperti makanan, toilet, sembako hingga tempat tidur warga.

"Kami juga drop pampers karena banyak anak kecil dan bayi, dari Dinsos Provinsi Banten pun sudah mengirimkan bantuan. Tadi juga ada bantuan kids wear, kasur lipat dan selimut. Kita juga siapkan WC portable," jelas Ratu Zakiyah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6