Seskab Teddy: Tambahan Hunian di Sejumlah Daerah Sumatera Siap Digunakan 2 Minggu Lagi

Tambahan rumah hunian yang dibangun BPI Danantara di sejumlah daerah terdampak bencana akan rampung dalam dua minggu ke depan. Nantinya, masyarakat terdampak bencana dapat menempati rumah hunian tersebut.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 10:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menerima sejumlah pejabat negara di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026) malam. Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan yakni, progres pembangunan rumah hunian di daerah terdampak bencana Sumatera.

Pejabat yang hadir yakni, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Kemudian, Direktur Utama Waskita, Adhikarya, Wijaya Karya (WK), Nindya Karya, Hutama Karya (HK), Pembangunan Perumahan (PP), dan Brantas Abipraya.

Teddy menyampaikan tambahan rumah hunian yang dibangun BPI Danantara di sejumlah daerah terdampak bencana akan rampung dalam dua minggu ke depan. Nantinya, masyarakat terdampak bencana dapat menempati rumah hunian tersebut.

"Dalam 2 minggu ke depan rumah hunian di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman dan Agam akan jadi dan siap digunakan," kata Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabiet, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu, dia menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pembersihan dan pemulihan fasilitas umum seperti, jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air, hingga perkantoran. Teddy menyebut Kementerian PU juga membangun rumah hunian di Aceh yang ditargetkan rampung awal Februari 2026.

"Kementerian PU juga sedang membangun rumah hunian di Aceh yang akan jadi pada awal Februari," jelasnya.

Komitmen Warga Bangun Hunian Korban Terdampak Bencana

Teddy menyampaikan pemerintah terus berkoordinasi dengan kepala daerah terkait pembangunan rumah hunian untuk warga terdampak bencana. Pasalnya, kata dia, keinginan warga terkait skema rumah hunian berbeda-beda.

"Ada yang ingin disiapkan hunian, ada yang ingin memperbaiki sendiri, ada yang ingin pindah daerah mengikuti keluarganya yang lain dan lain sebagainya," tutur Teddy.

Kendati begitu, Teddy menegaskan komitmen pemerintah membangun dan menyiapkan rumah hunian bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Hal ini agar para warga tak berlama-lama tinggal di tenda atau posko pengungsian bencana.

"Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, untuk kemudian para Bupati yang memobilisasi warga yang menempatinya," pungkas Teddy.

 

Prabowo Puji Danantara Gerak Cepat Bangun Hunian Pengungsi Bencana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memuji kerja cepat BUMN-BUMN sektor konstruksi yang tergabung dalam Badan Pengelola Investasi Danantara karena mereka berhasil membangun 600 unit hunian sementara untuk para pengungsi dalam waktu 8 hari.

"Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu merupakan kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin," kata Presiden Prabowo selepas mengecek Rumah Hunian Danantara yang dibangun untuk para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).

Prabowo kemudian menyatakan kerja cepat Danantara itu merupakan bukti nyata hadirnya negara untuk meringankan kesulitan hidup para pengungsi yang sebagian besar masih tinggal di posko-posko dan tenda-tenda pengungsian.

Dalam rapat terbatas di kompleks Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis siang, Prabowo menginstruksikan Danantara untuk menggunakan material-material lokal yang sederhana, tetapi efektif untuk menjadikan hunian sementara itu nyaman dihuni oleh para pengungsi.

"Solusinya tidak usah mahal-mahal, bisa dari bahan lokal atau tekstil untuk melapisi seng agar tidak panas. Ini adalah bentuk kreativitas orang-orang di lapangan," kata Prabowo kepada Danantara dan BUMN-BUMN sektor konstruksi yang membangun Rumah Hunian Danantara.

Instruksi itu diberikan langsung oleh Prabowo kepada Danantara setelah Presiden Prabowo melihat langsung sejumlah unit Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang. Rumah-rumah yang dibangun Danantara itu dibuat dengan sistem modular, menggunakan rangka baja ringan, dan dinding menggunakan kemungkinan papan GRC, kemudian atapnya menggunakan material seng.

Umumnya, penggunaan seng sebagai atap membuat suhu di dalam hunian menjadi lebih panas apabila menggunakan genteng. Walaupun demikian, suhu panas itu dapat diredam baik dengan memasang sistem insulasi, maupun dengan mengecat atap dengan lapisan khusus untuk memantulkan sinar matahari.

Dalam kompleks hunian sementara yang dibangun Danantara itu, ada area bermain untuk anak-anak, area MCK yang terpisah dari hunian, klinik kesehatan, dan sistem drainase. Hunian-hunian yang dibuat oleh Danantara itu juga dilengkapi listrik dan WiFi. Di Aceh Tamiang, Rumah Hunian Danantara dibangun di atas lahan yang dikelola oleh PTPN.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6