Tanggal 31 Desember Diperingati Hari Apa? Berikut Sederet Peringatannya!

Tanggal 31 Desember terdapat berbagai peristiwa bersejarah. Mulai dari Malam Tahun Baru 2026 hingga Pemutaran Perdana Film Produksi Indonesia. Selain itu ada apa lagi?

Diterbitkan 31 Desember 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 31 Desember terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini dirayakan sebagai Malam Tahun Baru 2026. 

Hari ini, Rabu (31/12/2025) merupakan hari terakhir di tahun 2025 yang menandakan akan segera terjadi pergantian tahun.

Pada malam nanti, banyak orang yang merayakannya dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk perpisahan untuk meninggalkan tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026.

Hari ini juga diperingati sebagai salah satu peristiwa memilukan di tanah air. Tepat 23 tahun silam, telah terjadi ledakan bom di sejumlah daerah di Indonesia.

Ledakan ini terjadi pada pergantian tahun baru 2002 di Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio Satu, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sejumlah ledakan turut terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Selain itu, hari ini turut diperingati sebagai Hari Meditasi Perdamaian Dunia. Hari ini merupakan momen yang tepat untuk masyarakat dunia merenungi perbuatan yang telah mereka lakukan selama satu tahun terakhir sebelum datangnya awal tahun baru. Peringatan hari ini juga ditujukan sebagai refleksi untuk lebih mengontrol emosi dan fokus pada pengembangan diri.

Kemudian, hari ini juga diperingati sebagai Hari Sampanye Nasional. Hari ini ditujukan untuk merayakan malam tahun baru, utamanya bagi para pecinta Sampanye.

Momen akhir tahun yang diisi dengan banyak hari libur nasional ini dimanfaatkan oleh sejumlah restoran dan pedagang minuman beralkohol untuk menyelenggarakan acara yang menyediakan sampanye sebagai daya tarik pengunjung. 

Tak kalah menarik, hari ini adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebuah kongsi dagang besar milik Belanda yang berkuasa di Indonesia selama ratusan tahun dibubarkan.

VOC atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie runtuh akibat adanya praktik korupsi, menumpuknya utang hingga kalah bersaing dengan organisasi dagang lain.

Terakhir, hari ini merupakan momentum yang spesial bagi Indonesia. Pada hari ini, film pertama produksi Indonesia secara perdana diputar.

Film ini berjudul Loetoeng Kasaroeng dan bercerita soal kehidupan pribumi yang didongengkan dengan kearifan budaya Sunda. Film lokal tersebut digarap oleh rumah produksi N.V. Java Film Company.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 31 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Malam Tahun Baru 2026

Dilansir Liputan6.com dari National Today, tanggal 31 Desember diperingati sebagai hari terakhir dalam kalender Gregorian, yakni kalender yang diadopsi sebagai kalender global yang biasa digunakan oleh masyarakat dunia pada saat ini.

Kalender ini pertama kali diperkenalkan oleh Vatikan di Roma di bawah Paus Gregorius XIII pada Oktober 1582. Kalender Gregorian merupakan modifikasi dari kalender Julian yang diusung oleh Kaisar Romawi Gaius Julius Caesar sekitar tahun 44M.

Peralihan ke kalender Gregorian yang dimulai sejak tanggal 4 Oktober 1582 ini mengharuskan beberapa hari dihilangkan.

Dalam kalender ini, setelah tanggal 4 Oktober tidak dilanjut dengan tanggal 5 Oktober. Dihilangkannya sejumlah hari dalam kalender Gregorian membuat tanggal 5 Oktober sampai tanggal 14 oktober tidak dianggap. Oleh sebab itu, setelah tanggal 4 Oktober langsung dilanjutkan dengan tanggal 15 Oktober.

Bersamaan dengan pemberlakuan kalender ini, Paus Gregorius menetapkan secara resmi bahwa setiap tahun dimulai pada tanggal 1 Januari sehingga perayaan Malam Tahun Baru dirayakan satu hari sebelum tanggal 1 januari tiba, yakni pada tanggal 31 Desember. 

Perayaan malam tahun baru mulai ditayangkan di stasiun televisi American Broadcasting Company (ABC) lewat program Dick Clark’s New Year’s Rockin’Eve. Program ini sempat terhenti pada tahun 2004 karena Clark, pembawa acara tersebut mengalami stroke. 

Pada tahun 2005, Dick Clark pun kembali ditemani dengan pembawa acara baru bernama Ryan Seacrest. Did Clark menjadi ikon televisi Amerika selama bertahun-tahun hingga penampilan terakhirnya pada malam tahun baru 2012. Dia dinyatakan meninggal pada bulan April 2012. 

Meski begitu, acara Dick Clark’s New Year’s Rockin’Eve tetap ditayangkan hingga kini dengan pembawa acara Ryan Seacrest. Tahun ini, program tersebut akan disiarkan tepat pada tanggal 31 Desember 2025 untuk merayakan Malam Tahun Baru 2026.

Ledakan Bom Malam Tahun Baru 2002

Berdasarkan catatan Liputan6.com, pada Selasa, 1 Januari 2002 sekitar pukul 03.30 WIB, ledakan bom terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio Satu, Jakarta Selatan. Akibat ledakan bom, Hasbalah dan seorang korban lainnya mengalami luka berat. 

Selain itu, ledakan juga merusak sebuah mobil mini bus dan Isuzu Panther. Hasbalah pun mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Menurut keterangan saksi mata, bom meledak saat dua korban tadi berdiri di dekat lokasi kejadian. 

Sementara berdasarkan penyelidikan dari Tim Pusat Laboratorium dan Forensik Kepolisian Daerah Metro, ledakan berasal dari sebuah granat nanas. Tapi, polisi belum dapat memastikan nomor register granat tersebut. 

"Hingga kini, polisi masih menyelidiki nomor register granat itu," ungkap Kepala Polda Metro Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara saat itu. Kapolda Metro juga menjelaskan, insiden tak berhubungan dengan sejumlah ledakan sebelumnya. 

Insiden serupa juga terjadi di tiga gereja di Kota Palu dan Poso, Sulawesi Tengah. Di Palu, ledakan bom terjadi di Gereja Kristen Indonesia Jalan Patimura, sekitar pukul 23.00 WIT. Untungnya, saat insiden terjadi, gereja dalam keadaan kosong karena kebaktian Tahun Baru telah usai sejak pukul 18.00 WIT. 

Tapi, ledakan bom merusak sebuah rumah yang terletak di depan gereja. Sementara itu, ledakan bom di Poso terjadi di luar pagar Gereja Advent dan Gereja Pantekosta Jalan Thamrin. Akibat ledakan, kaca-kaca gereja dan plafon bagian luar, porak poranda. 

Hari Meditasi Perdamaian Sedunia

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Hari Meditasi Perdamaian Sedunia bukan sekadar untuk perenungan diri menjelang tahun baru saja, melainkan juga momentum untuk menyatukan warga dunia di tengah perbedaan.

Perayaan hari ini ditujukan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai ras dan latar belakang melalui platform global.

Selain itu, perayaan hari ini juga ditujukan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan mencegah terjadinya perang dan kekerasan.

Sebelumnya, para peneliti dan ilmuwan sosial telah melakukan eksperimen terkait penyebab perang untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat diambil demi mencegah terjadinya perang.

Kemudian, pada tahun 1980-an, sebuah eksperimen sosial dilakukan di Yerusalem untuk memastikan apakah upaya meditasi dapat membantu pencegahan perang atau tidak. Lebih dari seribu orang pun ikut berpartisipasi dalam percobaan ini.

Usai meditasi dijalankan, hasil dari eksperimen ini pun mulai terlihat. Kejahatan dan kekerasan jalanan di Kota Lebanon mulai berkurang. Sekelompok orang yang melakukan meditasi pun terlihat lebih tenang dan rileks. Mereka tidak terpengaruh oleh dampak buruk akibat perang yang terjadi di negara mereka.

Sejumlah peneliti juga mengungkapkan, meditasi bermanfaat untuk kesehatan emosional dan fisik manusia. Perayaan Hari Meditasi Perdamaian Sedunia dapat membantu masyarakat dunia untuk tetap berpikir positif.

Dengan hal ini, berbagai negara dapat lebih mudah menghadapi keragaman sosial dan agama secara konstruktif. 

Hari Sampanye Nasional

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Hari Sampanye Nasional sebetulnya tidak terdaftar secara resmi. Secara tradisional, Sampanye lumrahnya memang dibuka pada perayan malam tahun baru, hal inilah yang membuat orang-orang menganggap hari ini sebagai Hari Sampanye Nasional. 

Hari Sampanye Nasional pun mulai tersebar di media sosial pada tahun 2010. Pada saat itu, banyak orang yang menggunakan tagar #NastionalChampagneDay, khususnya pada momen pergantian tahun di bulan Desember dan Januari. 

Sampanye pada awalnya berasal dari Prancis Timur Laut dan hanya berupa anggur merah muda yang tidak berkarbonasi. Namun, kini sampanye telah berubah menjadi minuman bersoda yang digemari oleh berbagai kalangan.

Minuman ini mulai terkenal ketika dibudidayakan oleh Bangsa Romawi pada abad ke-5. Setelah kematian Louis XIV dari Prancis pada tahun 1715, Phillipe II mulai menjadikan sampanye sebagai minuman pilihan di kalangan bangsawan Prancis. 

Industri sampanye modern pun mulai terbentuk pada abad ke-19 meskipun sempat mengalami hambatan pada abad ke-20. Di abad ke-20 tersebut, pasar sampanye Rusia dan Amerika terpaksa tutup karena adanya Revolusi Rusia dan pelarangan minuman keras. 

Kini, popularitas sampanye kembali naik di beberapa wilayah Prancis, seperti Aube, Marne, Haute-Marne, dan Anderness. Wilayah tersebut mampu menghasilkan sampanye hingga 200 juta botol untuk pasar global. Hal ini kemudian mendorong pemerintah Prancis untuk memperluas wilayah produksi sampanye seluas 86.500 hektar untuk memfasilitasi produksi yang lebih besar.

Pembubaran VOC

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Penyebab kebangkrutan VOC mengantarkan organisasi dagang ini pada keruntuhannya.

VOC atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie merupakan organisasi dagang yang dikenal telah menjajah Nusantara. Selama beroperasi, VOC menimbulkan pemerasan, penipuan, perampokan, kerja paksa, perbudakan, dan peperangan.

Setelah hampir dua abad mengeksploitasi Indonesia, VOC dinyatakan bangkrut dan dibubarkan. Penyebab kebangkrutan VOC dipicu serangkaian faktor. Korupsi, utang, dan persaingan menjadi salah satu penyebab kebangkrutan VOC.

Penyebab kebangkrutan VOC juga disebabkan oleh perlawanan pribumi dari tekanan VOC. Dari penyebab kebangkrutan VOC ini, muncul semangat kebangsaan untuk melawan penjajah. Penyebab kebangkrutan VOC menjadi salah satu sejarah penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

VOC atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie merupakan perusahaan dagang yang didirikan di Republik Belanda pada tahun 1602. Perusahaan ini berkembang pesat pada abad ke-17 sebagai instrumen yang kuat bagi Kerajaan komersial Belanda di Hindia Timur yang sekarang adalah wilayah Indonesia.

Pada mulanya, Belanda datang ke Indonesia untuk berniaga. Tapi, pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie. Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur.

VOC membuka kantor dagangnya yang pertama di Ambon (1602) di kepalai oleh Francois Wittert. Pada tahun 1619, Jan Pieterszoon Coen diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC. Ia melihat kemungkinan VOC menjadi kekuatan Asia, baik politik maupun ekonomi.

Pada 1669, VOC adalah perusahaan swasta terkaya yang pernah ada di dunia, dengan lebih dari 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 karyawan, 10.000 tentara swasta, dan pembayaran dividen 40% dari investasi awal. Jika dihitung sampai saat ini, aset VOC diperkirakan sebesar US$ 7,9 triliun.

Pemutaran Perdana Film Produksi Indonesia

Dilansir Liputan6.com dari website Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, film produksi dalam negeri mulai dibuat pada tahun 1926.

Film tersebut berjudul Loetoeng Kasaroeng. Perusahaan yang menaungi produksi film ini bernama N.V Java Film Company yang didirikan oleh L. Heuveldorp dari Batavia dan G. Kruger dari Bandung. 

Karena ceritanya yang lekat dengan budaya Sunda, film Loetoeng Kasaroeng mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh Sunda.

Salah satu tokoh Sunda ternama yang ikut andil dalam pembuatan film ini yaitu Raden Kartabrata. Dia bertugas untuk memimpin pemain dari golongan priyayi dan Bupati Bandung, yakni Wiranatakusumah V.

Dalam proses pembuatan film ini terdapat sejumlah kisah menarik mengenai para pemainnya. Saat itu, para pemain film Loetoeng Kasaroeng mengalami keterbatasan modal sehingga mereka sempat kebingungan untuk memerankan dan mengembangkan karakter yang mereka perankan tanpa adanya dukungan.

Para pemain pun mencoba untuk mencontoh pemain-pemain film asing yang kerap terlihat dalam film produksi Hindia Belanda. Langkah ini dilakukan sebagai pembuktian kepada para calon penonton, baik penonton Eropa maupun penonton Pribumi bahwa kemampuan pemain lokal Indonesia dapat dikatakan setara dengan para pemain asing.

Lahirnya film ini mampu membuktikan nasionalisme lokal yang dirintis untuk perkembangan industri perfilman di Indonesia. Film Loetoeng Kasaroeng adalah bentuk perjuangan bangsa Indonesia untuk dapat sejajar dengan produksi film Eropa dan Amerika yang saat itu masih melangsungkan praktik kolonialisme di Indonesia. 

Selain itu, dalam produksi film ini juga terjadi peningkatan jumlah kru yang sebenarnya tidak memiliki latar belakang di industri perfilman.

Para wartawan, pengarang, sastrawan, penyair hingga kelompok sandiwara yang kini dikenal sebagai kelompok teater turut berpartisipasi dalam pembuatan film ini.

Film Loetoeng Kasaroeng menjadi tonggak sejarah industri perfilman Indonesia. Film ini mampu menginspirasi sejumlah rumah produksi untuk ikut serta menciptakan film-film karya anak bangsa.

Usai film ini tayang, banyak film-film dalam negeri yang mulai bermunculan, salah satunya adalah film Siti Nurbaya yang diproduksi tahun 1941 dan merupakan hasil adaptasi karya Marah Roesli. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6