Hari Apa Diperingati Setiap Tahun pada 14 Januari? Simak Daftar Selengkapnya!

Tanggal 14 Januari 2026 menyimpan beragam peringatan dan catatan sejarah yang datang dari latar belakang berbeda, mulai dari dunia ilmu pengetahuan, tradisi budaya, hingga peristiwa kelam yang membekas dalam ingatan kolektif. Lalu hari apa saja?

Diterbitkan 14 Januari 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 14 Januari 2026 menyimpan beragam peringatan dan catatan sejarah yang datang dari latar belakang berbeda—mulai dari dunia ilmu pengetahuan, tradisi budaya, hingga peristiwa kelam yang membekas dalam ingatan kolektif. 

Hari ini, Rabu (14/1/2026) diperingati sebagai Hari Logika Sedunia,sebuah momentum yang mengajak publik merefleksikan pentingnya berpikir rasional dan kritis dalam menghadapi arus informasi yang kian kompleks. 

Di saat yang sama, Hari Layang-Layang Internasional juga dirayakan hari in sebagai simbol kreativitas, kebebasan, dan permainan lintas generasi yang hidup di berbagai budaya dunia.

Di Amerika Serikat, ada peringatan Hari Bedah Sesar diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan prosedur medis bedah sesar serta perkembangan ilmu kebidanan yang berperan besar dalam menekan risiko persalinan. 

Tak hanya itu, bagi umat Kristiani Ortodoks, Tahun Baru Ortodoks yang jatuh pada pertengahan Januari dirayakan sebagai penanda awal tahun berdasarkan kalender Julian, sarat dengan makna spiritual, doa, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Sementara itu, di Indonesia, tanggal ini juga mengingatkan publik pada Peristiwa Bom Thamrin, serangan teror yang terjadi di kawasan pusat Jakarta dan menjadi titik refleksi penting tentang keamanan, solidaritas, serta ketahanan sosial.

Lantas, ada hari apa saja yang diperingati setiap tahunnya pada 14 Januari 2026? Simak selengkapnya dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Logika Sedunia

Hari Logika Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Januari sebagai pengingat akan peran fundamental logika dalam kehidupan manusia dan perkembangan peradaban.

Logika sejak lama menjadi dasar bagi cara manusia berpikir rasional, membangun pengetahuan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Melalui penetapan hari peringatan ini, UNESCO bersama Dewan Internasional untuk Filsafat dan Ilmu Humaniora berupaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya logika, tidak hanya sebagai disiplin akademik, tetapi juga sebagai fondasi berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan ilmu komputer, logika menjadi landasan utama bagi sistem algoritmik yang menopang masyarakat modern.

Peringatan Hari Logika Sedunia juga bertujuan mendorong kerja sama global dalam riset dan pendidikan logika, sekaligus menegaskan kontribusinya dalam membangun budaya dialog, perdamaian, dan saling pengertian.

Dengan demikian, Hari Logika Sedunia menempatkan penalaran rasional sebagai elemen kunci dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan, adaptif, dan berkelanjutan.

Hari Layang-Layang Internasional

Hari Layang-Layang Internasional atau International Kite Day diperingati setiap 14 Januari. Meski telah dikenal masyarakat di seluruh dunia, tetapi layang-layang juga memiliki pengaruh tersendiri terhadap kebudayaan di Indonesia.

Mengutip dari National Today, menerbangkan layang-layang awalnya menjadi hobi para bangsawan dan orang kaya.

Namun, permainan ini kemudian berkembang menjadi festival yang terbuka untuk semua kalangan dengan peserta yang berasal dari berbagai negara, seperti Jepang, Italia, Inggris, Kanada, China, Indonesia, Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, Prancis, dan Brasil.

Layang-layang merupakan mainan tradisional yang dimainkan dengan cara diterbangkan di udara dengan memanfaatkan angin. Umumnya, layang-layang terbuat dari bahan ringan, seperti kertas, plastik, maupun kain.

Layang-layang dibuat dengan kerangka dari bambu atau bahan ringan lainnya. Layang-layang tersebut diberi benang yang digunakan sebagai pengendali saat diterbangkan.Penggunaan bahan tipis, rangka, dan benang dalam permainan ini memiliki beberapa versi sejarah. Salah satu versi mengatakan bahwa budaya layang-layang pertama kali ada di Indonesia.

Hal itu dibuktikan dengan penemuan lukisan di dalam salah satu gua bersejarah di Muna, Sulawesi Tenggara. Para arkeolog nasional pun melakukan penelitian pada 1981 hingga 1991.

Lukisan pada gua tersebut mengisyaratkan bahwa layang-layang yang digunakan terbuat dari daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan tersebut sudah berusia setidaknya 4000 Masehi.

Hal ini membuktikan bahwa budaya layang-layang pertama kali dilakukan oleh nenek moyang di Indonesia. Konon, nenek moyang zaman dahulu menggunakan layang-layang untuk menjalankan fungsi ritual, salah satunya untuk mencari keberadaan Tuhan di langit.

Keterkaitan layang-layang dengan fungsi ritual nenek moyang zaman dulu juga dibuktikan melalui Festival Kaghati Kolope. Festival ini digelar di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Saat ini, layang-layang telah mengalami banyak perkembangan. Dari yang awalnya memiliki bentuk sederhana dan berfungsi sebagai ritual keagamaan, saat ini layang-layang telah menjadi alat bantu memancing, penelitian ilmiah, hingga media energi alternatif.

Hadirnya Festival Kaghati Kolope menjadi salah satu upaya untuk melestarikan layang-layang. Adapun nama kaghati berarti layang-layang, sedangkan kolope adalah daun umbi gadung.

Sesuai namanya, nenek moyang masyarakat Muna zaman dahulu membuat layang-layang dari tiga helai daun kolope. Daun tersebut disusun dan dirangkai dengan lidi dari bambu serta hiasan bulu ayam, lalu dinamai sebagai Kamuu.

Festival Kaghati Kolope biasanya berisi lomba kreasi membuat layang-layang, lomba menerbangkan layang-layang, dan diisi dengan festival kebudayaan, seperti tari kolosal kaghati, pagelaran budaya, dan karnaval tenun masalili.

Hari Bedah Sesar di Amerika Serikat

Hari Operasi Caesar diperingati setiap 14 Januari untuk mengenang tonggak penting dalam sejarah dunia medis, sekaligus menghormati jutaan ibu dan bayi yang diselamatkan melalui prosedur persalinan ini.

Operasi caesar merupakan metode kelahiran dengan pembedahan pada perut dan rahim ibu, yang menjadi alternatif penting ketika persalinan normal berisiko.

Peringatan ini merujuk pada keberhasilan operasi caesar pertama yang tercatat pada tahun 1794, yang dilakukan oleh dokter Amerika Dr. Jesse Bennett terhadap istrinya, Elizabeth. Pada masa itu, operasi caesar dianggap sangat berbahaya dan hampir pasti berujung pada kematian ibu dan bayi. Namun, dalam kondisi darurat dan tanpa dukungan medis modern, Dr. Bennett memberanikan diri melakukan prosedur tersebut dengan peralatan sederhana dan penerangan seadanya.

Dengan menggunakan instrumen buatan sendiri dan laudanum sebagai anestesi, Dr. Bennett berhasil mengeluarkan bayi perempuannya, Maria, dari rahim Elizabeth.

Secara mengejutkan, baik ibu maupun bayi selamat, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu keajaiban medis pada zamannya. Kisah ini lama tidak diketahui publik hingga akhirnya dihimpun dan dilaporkan kembali oleh Dr. A.L. Night berdasarkan kesaksian para saksi mata.

Hari Operasi Caesar hadir sebagai bentuk penghormatan atas keberanian, inovasi, dan kemajuan ilmu kedokteran. Peringatan ini menegaskan bagaimana perkembangan medis telah mengubah prosedur berisiko tinggi menjadi tindakan yang relatif aman, serta berperan besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di seluruh dunia.

Tahun Baru Ortodoks

Tahun Baru Ortodoks diperingati setiap 14 Januari dan dikenal juga sebagai Tahun Baru Lama, karena bertepatan dengan 1 Januari dalam kalender Julian yang digunakan sebelum kalender Gregorian.

Perayaan ini memiliki makna religius dan kultural bagi umat Kristen Ortodoks, khususnya di Rusia, Serbia, Makedonia Utara, dan sejumlah negara Eropa Timur lainnya, meskipun tidak ditetapkan sebagai hari libur resmi.

Perayaan Tahun Baru Ortodoks umumnya diisi dengan ibadah, jamuan makan bersama, musik, dan tarian, serta menjadi momen berkumpul bersama keluarga.

Selain nuansa perayaan, hari ini juga dimaknai sebagai waktu refleksi pribadi dan perenungan resolusi Tahun Baru.

Kalender Julian sendiri diperkenalkan oleh Julius Caesar pada abad ke-1 SM dan digunakan selama lebih dari enam belas abad sebelum digantikan oleh kalender Gregorian.

Di berbagai negara, perayaan berlangsung meriah. Restoran, kafe, dan hotel dipenuhi acara hiburan, musik live, dan pesta kembang api.

Di Makedonia Utara, masyarakat merayakannya dengan menyalakan api unggun, menyantap hidangan bersama, serta menyanyikan lagu tradisional. Tradisi khas lainnya adalah menyantap roti pita berisi koin, yang diyakini membawa keberuntungan bagi siapa pun yang menemukannya.

Gereja-gereja Ortodoks juga mengadakan acara khusus seperti makan malam atau pesta komunitas, yang disertai doa dan ungkapan syukur untuk tahun yang baru.

Dalam beberapa kasus, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan pemeliharaan gereja, sehingga perayaan Tahun Baru Ortodoks tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

Peristiwa Bom Thamrin 2016

Kamis 14 Januari 2016 menjadi hari kelam bagi bangsa Indonesia. Ibu Kota Negara diteror bom. 31 orang jadi korban, tujuh di antaranya meninggal. Satu warga negara asing asal Kanada turut jadi korban meninggal akibat peristiwa tersebut.

Peristiwa bermula dari munculnya rentetan tembakan di kawasan Thamrin sekitar pukul 10.55 WIB. Awalnya pelaku menyerang Starbucks Coffee di Gedung Djakarta Theater. Tak lama kemudian pelaku lainnya meledakkan bom bunuh diri di pos polisi perempatan Sarinah yang lokasinya tak jauh Starbucks Coffee di Jalan MH Thamrin.

Usai melancarkan aksi bom bunuh diri, para pelaku yang berjumlah 5 orang melepaskan sejumlah tembakan ke polisi di lokasi.

Dari dua kejadian ini petugas Polri dari Polda Metro dan Densus mengejar ke lokasi tersebut, kontak tembak di depan Djakarta Theater pun tak terelakkan.

Hasil penyisiran, polisi menemukan enam bom rakitan, yakni lima bom kecil sekepalan tangan disebut granat rakitan, dan satu bom besar sebesar kaleng biskuit

Budi mengatakan, serangan tersebut diduga dilakukan kelompok teroris ISIS. Dugaan merujuk pada ancaman berkode 'konser yang akan menjadi berita internasional' dari ISIS yang diterima polisi pada Desember 2015. Terlebih, sebelumnya Densus juga menangkap kelompok teroris di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Sebanyak 33 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi penembakan dan teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis 14 Januari lalu. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan.

Tak hanya itu, pengungkapan kasus terorisme itu menurut dia juga berasal dari terpidana yang dipinjam dari lapas-lapas agar dapat keterangan yang lebih banyak.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Dia mengatakan Polri menahan 33 orang terkait peristiwa di Jalan MH Thamrin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6