Kemkomdigi Kirim 118 Tangki Air Bersih dan Pulihkan Jaringan di Aceh Tamiang

Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirim secara bertahap ke sejumlah wilayah yang sumber airnya terdampak banjir.

Diterbitkan 28 Desember 2025, 14:49 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Air bersih dan komunikasi warga Aceh Tamiang pulih pasca-banjir.
  • Pemerintah prioritaskan pemulihan kebutuhan dasar dan jaringan komunikasi.
  • Pemulihan telekomunikasi capai 95%, namun beberapa titik masih bergantung listrik.

Liputan6.com, Jakarta - Ketersediaan air bersih dan akses komunikasi bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang mulai pulih setelah sebelumnya sempat terputus akibat bencana. Pemenuhan kebutuhan dasar warga kini berangsur kembali normal.

Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirim secara bertahap ke sejumlah wilayah yang sumber airnya terdampak banjir. Distribusi dilakukan selama sepekan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Di saat yang sama, jaringan komunikasi di wilayah terdampak juga mulai kembali aktif sehingga warga dapat kembali menghubungi keluarga, mengakses informasi, serta mengurus berbagai kebutuhan penting.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah memprioritaskan pemulihan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat terdampak.

“Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (26/12/2025).

Selain air bersih, warga juga menerima bantuan obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah juga menyiapkan alat berat dan sumur bor untuk membersihkan lumpur serta memulihkan lingkungan permukiman.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemkomdigi bersama Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XL Smart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

 

Pemulihan Jaringan Telekominikasi 95 persen

Meutya menyampaikan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana telah mencapai lebih dari 95 persen.

Namun di beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada pasokan listrik dan berada pada kisaran 60–80 persen.

“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelasnya.

Kemkomdigi memastikan proses pemulihan konektivitas tetap dikawal agar warga tetap mendapatkan akses informasi darurat, layanan publik berjalan, dan komunikasi keluarga tidak terputus.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6