Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana di Tapanuli Tengah, Fokus Utamanya Membuka Akses Jalan

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau langsung Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mengevaluasi penanganan selama sebulan pascabencana Sumatra.

Diterbitkan 28 Desember 2025, 14:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wakapolri meninjau Tapanuli Tengah, daerah terdampak bencana cukup berat.
  • Penanganan fokus buka akses, logistik, dan bantuan hingga Ramadan.
  • Sarana kepolisian rusak, personel disiagakan untuk percepat normalisasi.

Liputan6.com, Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau langsung Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mengevaluasi penanganan selama sebulan pascabencana Sumatra. Kunjungan ini menjadi agenda ketiga setelah sebelumnya meninjau Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Dari hasil evaluasi, Tapanuli Tengah disebut sebagai salah satu daerah dengan dampak bencana cukup berat.

"Dari hasil peninjauan, Tapanuli Tengah merupakan wilayah yang terdampak cukup berat. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan bantuan hingga menjelang bulan suci Ramadan," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

Dedi menjelaskan penanganan di Tapanuli Tengah dilakukan dengan pola yang sama seperti di wilayah terdampak sebelumnya sesuai arahan Kapolri. Fokus utama aparat saat ini adalah membuka kembali akses wilayah yang terputus.

"Jika akses dapat segera dibuka, maka jalur logistik akan semakin lancar," ujar dia.

Dia menekankan bantuan dipastikan terus diperkuat hingga menjelang bulan Ramadan. Penyaluran sembako difokuskan ke lima kecamatan terdampak, disertai penyediaan air bersih serta bantuan untuk tempat ibadah, baik masjid maupun gereja.

Untuk kebutuhan air bersih, aparat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan 15 titik distribusi yang tersebar di lokasi pengungsian, tempat ibadah, dan perkantoran.

"Air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini, sehingga bantuan tersebut akan terus kami tingkatkan," ujar dia.

Sarana Kepolisian Terdampak Bencana

Di sisi lain, bencana juga berdampak pada sarana operasional kepolisian. Sejumlah kendaraan Bhabinkamtibmas dilaporkan rusak dan tidak lagi bisa digunakan. Kendaraan roda empat yang masih operasional hanya tersisa empat unit, sementara enam dusun dilaporkan masih terisolasi.

"Karena itu, diperlukan penambahan kendaraan, baik kendaraan operasional Bhabinkamtibmas maupun kendaraan double cabin, mengingat masih terdapat enam dusun yang benar-benar terisolir. Akses ke enam dusun tersebut saat ini hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan trail," ujar dia.

Lebih lanjut, dia memapaparkan distribusi bantuan sebelumnya sempat mengandalkan jalur udara. Kini akses darat mulai dimasuki, namun pengiriman logistik ke beberapa titik masih harus dilakukan dengan berjalan kaki.

Sementara itu, terkait alat berat, saat ini tersedia lima unit ekskavator yang digunakan untuk membuka akses.

"Untuk jembatan, alhamdulillah dengan dukungan Bapak Bupati, Kapolres, dan seluruh pihak terkait, jembatan-jembatan yang rusak sudah mulai diperbaiki sehingga akses semakin lancar," ucap dia.

Update Penyaluran Bantuan

Dia menerangkan, fokus bantuan tetap diarahkan ke lima kecamatan karena wilayah terdampak di Tapanuli Tengah cukup luas. "Jumlah wilayah terdampak dan korban juga cukup banyak," ucap eia.

Untuk penambahan personel di lokasi bencana, saat ini terdapat sekitar 150 personel dari Satuan Brimob yang dinilai cukup.

Namun demikian, Mabes Polri telah menyiapkan total 1.500 personel. Sebelumnya, 500 personel telah dikirim ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta tambahan personel juga dikirim ke Aceh Tengah.

"Apabila jumlah personel yang ada dirasa masih kurang, maka akan dilakukan penambahan untuk penguatan dan penebalan guna mempercepat proses normalisasi pasca bencana," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6