Bitmine Butuh 507 Ribu Ethereum Buat Penuhi Target Kepemilikan 5%

Bitmine Immersion Technologies akan menjadi pemegang ethereum (ETH) terbesar jika mencapai kepemilikan 5%.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan investasi aset digital, Bitmine Immersion Technologies perlu menambahkan sekitar 507.000 ethereum (ETH) untuk mencapai target memiliki 5% dari pasokan Ethereum yang beredar. Hal itu akan menjadi Bitmine menjadi salah satu pemegang aset terbesar ETH dalam satu perusahaan.

Mengutip coinmarketcap.com, ditulis Senin, (20/7/2026), hal yang menjadi pertanyaan apa arti dari tujuan kepemilikan kepemilikan 5% ETH oleh Bitmine. Adapun pasokan yang beredar mengacu pada token yang tersedia untuk umum dan diperdagangkan di pasar, berbeda dengan token yang terkunci, dicadangkan atau belum diterbitkan.

Tujuan yang dikaitkan dengan angka itu berarti Bitmine mengejar pangsa tetap dari setiap ETH yang beredar aktif, bukan jumlah token statis.

Memiliki 5% dari pasokan yang beredar dari aset utama merupakan posisi yang luar biasa besar untuk kas perusahaan tunggal mana pun. Kepemilikan Bitmine mencapai 5,77 juta ETH, bagian dari total kepemilikan kripto dan kas yang ditetapkan perusahaan sebesar US$ 11,3 miliar atau Rp 202,72 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940).

Skala itu mengubah narasi seputar konsentrasi daripada pengungkapan perbendaharaan rutin.Entitas tunggal yang mendekati sebagian pasokan tetap merupakan pertanyaan struktur pasar. Hal ini menggemakan bagaimana Bitmine mendekati 5% dari pasokan ETH melalui pembelian berkelanjutan.

Mengutip Coinmarketcap.com, adapun kesenjangan yang tersisa menuju target adalah sekitar 507.000 ETH. Bitmine milik Tom Lee telah meningkatkan kepemilikan ether menjadi sekitar 4,8% dari pasokan, menyisakan jarak yang terukur ke 5%.

 

Akumulasi Ethereum Tergantung Strategi

Menutup kesenjangan tersebut bergantung pada strategi perbendaharaan, pembiayaan, dan kondisi pasar yang berlaku, bukan pada jadwal pembelian yang telah dikonfirmasi. Mencapai pangsa tetap dari pasokan yang beredar membutuhkan modal yang besar dan eksekusi yang berkelanjutan, dan target pasokan itu sendiri dapat berubah seiring masuknya ETH baru ke dalam peredaran.

Adapun target kepemilikan 5% menyiratkan paparan terkonsentrasi terhadap Ethereum dari satu perusahaan. Target akumulasi besar yang dinyatakan cenderung menarik perhatian pelaku pasar dan pengamat, bahkan sebelum sepenuhnya terpenuhi, karena kecepatan pembelian dapat memengaruhi likuiditas yang tersedia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bitmine Tambah 20.500 Ethereum Senilai Rp 648,5 Miliar

Sebelumnya, perusahaan investasi aset digital Bitmine kembali menambah kepemilikan Ethereum (ETH). Perusahaan yang didukung analis pasar Tom Lee itu membeli 20.500 ETH dengan nilai sekitar US$ 35,92 juta atau setara sekitar Rp 648,5 miliar (estimasi kurs Rp 18.054 per dolar AS).

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (11/7/2026), transaksi tersebut dilakukan melalui Galaxy Digital, perusahaan penyedia layanan keuangan aset digital yang banyak digunakan investor institusi untuk mengeksekusi transaksi kripto dalam jumlah besar.

Pembelian terbaru ini semakin memperbesar portofolio aset digital Bitmine sekaligus menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang Ethereum.

Galaxy Digital dipilih sebagai mitra transaksi karena dinilai mampu memfasilitasi pembelian aset kripto bernilai besar secara efisien sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap pergerakan harga di pasar.

Akuisisi lebih dari 20 ribu ETH dalam satu transaksi juga mencerminkan strategi Bitmine untuk terus meningkatkan eksposurnya terhadap Ethereum sebagai salah satu aset digital utama.

Langkah tersebut dilakukan ketika minat investor institusi terhadap Ethereum masih terus meningkat, terutama setelah jaringan tersebut semakin banyak dimanfaatkan dalam berbagai pengembangan teknologi blockchain.

 

Â