Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan yang menyimpan Ethereum (ETH) sebagai aset kas atau treasury, Bitmine Immersion Technologies pada Senin, 3 Agustus 2026 telah membeli 10.399 ETH dalam sepekan terakhir. Nilai pembelian ETH mencapai US$ 19,5 juta atau Rp 350,39 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap 17.970). Langkah ini memperpanjang tren pembelian yang telah berlangsung selama setahun. Aksi pembelian itu menjadikan Bitmine sebagai pemegang korporat Ethereum terbesar di dunia.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (5/8/2026), perusahaan menyatakan kini memegang 5.797.813 ETH, senilai US$ 10,9 miliar atau Rp 195,86 triliun pada harga US$ 1.880 atau Rp 33,78 juta per koin, berdasarkan data CoinGecko.
Jika mencakup aset kripto lainnya, kas, dan investasi, Bitmine menyebut total kepemilikan asetnya bernilai US$ 11,3 miliar atau Rp 203,04 triliun. Perusahaan menyatakan simpanan Ethereum-nya mencakup sekitar 4,8% dari pasokan yang beredar di jaringan tersebut; angka ini berarti perusahaan telah mencapai 96% dari targetnya untuk menguasai 5% dari total pasokan ETH.
Advertisement
"Sejak Bitmine beralih ke strategi treasury Ethereum pada 30 Juni tahun lalu, kinerja ETH yang jauh melampaui QQQ (secara bulanan) biasanya diikuti oleh kinerja saham Bitmine yang melampaui ETH pada bulan berikutnya," ujar Chairman Bitmine, Tom Lee, dalam sebuah pernyataan.
"Oleh karena itu, Bitmine membeli kembali 4,5 juta lembar saham biasa dalam sepekan terakhir, karena manajemen Bitmine terus memandang valuasi saham perusahaan sebagai sesuatu yang menarik,” ia menambahkan.
Pembelian terbaru ini melanjutkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan publik yang beralih dari penyimpanan Bitcoin ke Ethereum. Mereka bertaruh bahwa menyimpan dan melakukan staking pada mata uang kripto ini dapat menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan eksposur tidak langsung kepada investor terhadap aset digital.
Soroti Pasar Ethereum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
Bitmine menyatakan sekitar 4,9 juta ETH, atau sekitar 85% dari total kepemilikannya telah di-staking melalui platform staking institusional miliknya, MAVAN. Perusahaan memproyeksikan pendapatan tahunan dari staking sebesar US$ 247 juta atau Rp 4,43 triliun, meskipun estimasi tersebut bergantung pada kondisi jaringan di masa depan dan berbagai asumsi lainnya.
Lee juga menyoroti kinerja pasar Ethereum baru-baru ini, dengan menyebutkan ETH mengungguli indeks Nasdaq 100 sebesar 25 poin persentase pada Juli. Ia mengatakan, manajemen Bitmine memandang saham perusahaan saat ini dinilai terlalu rendah (undervalued), yang menjadi dasar bagi keputusan pembelian kembali 4,5 juta lembar saham dalam sepekan terakhir di bawah program buyback senilai US$ 4 miliar atau Rp 71,8 triliun yang telah disetujui sebelumnya.
"Aksi pembelian kembali (buyback) sebanyak 4,5 juta saham pada pekan lalu menjadikan total pembelian kembali saham biasa kami melampaui 16 juta lembar. Pembelian kembali ini tetap menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan oleh DAT (Digital Asset Treasury) aset kripto baik Ethereum maupun Bitcoin mana pun," Lee menambahkan.
"Sejak 1 Juli 2026, Bitmine telah membeli kembali 16,1 juta lembar saham biasa dalam kerangka program pembelian kembali saham senilai US$ 4 miliar yang telah disetujui sebelumnya,” ujar dia.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315277/original/076754200_1785833101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-04T154035.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315683/original/030467600_1785851942-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Inovasi_Teknologi_Sektor_Keuangan__Aset_Keuangan_Digital__dan_Aset_Kripto__IAKD__OJK_Adi_Budiarso_-4_Agustus_2026a.jpeg)