BitMine Beli 71.179 Ethereum, Segini Nilainya

BitMine membeli 71.179 ethereum (ETH). Aksi beli ETH itu termasuk yang terbesar.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BitMine Immersion Technologies (BMNR) membeli Ethereum (ETH) mingguan terbesar pada 2026. BitMine menambahkan 71.179 ethereum (ETH) dan memperpanjang peningkatan pembelian selama sebulan meski harga kripto tetap berada di bawah tekanan.

Mengutip Coindesk, Selasa (31/3/2026), pembelian Ethereum itu sekitar USD 143 juta atau Rp 2,42 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.990) dengan harga saat ini. Aksi beli itu meningkatkan total kepemilikan perusahaan menajdi lebih dari 4,73 juta Ethereum atau sekitar 3,92% dari pasokan token, menurut pembaruan pada Senin pekan ini.

BitMine kini telah meningkatkan laju pembelian selama empat minggu berturut-turut, meningkat dari rata-rata sebelumnya 45.000-50.000 ethereum.

Langkah ini menonjol karena sebagian besar perusahaan pengelola aset digital (DAT) besar lainnya menghentikan akumulasi kripto atau bahkan menjual token selama penurunan pasar kripto. Strategy (MSTR), pemilik bitcoin terbesar, adalah satu-satunya pembeli utama lainnya dalam beberapa bulan terakhir, dan bahkan perusahaan yang dipimpin Michael Sayler pun menahan diri, mengakhiri rentetan pembelian selama 13 minggu.

Chairman Bitmine, Thomas "Tom" Lee, mengatakan perusahaan terus melihat pasar saat ini sebagai fase terakhir dari penurunan karena kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik terus menekan aset berisiko.

Total kepemilikan kripto dan kas perusahaan mencapai USD 10,7 miliar. Selain kas ETH-nya, BitMine memiliki 197 bitcoin, dan $961 juta dalam bentuk kas dan saham, termasuk USD 102 juta di Eightco Holdings.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Whale Ethereum Borong Rp 1,7 Triliun, Sinyal Baru Pasar Kripto?

Sebelumnya, aktivitas besar dari investor kakap atau whale kembali mencuri perhatian pasar kripto. Dua alamat anonim dilaporkan melakukan akumulasi Ethereum (ETH) senilai sekitar USD 111,62 juta atau setara Rp 1,9 triliun (asumsi kurs Rp 17.047 per dolar AS).

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (19/3/2026), data ini diungkap oleh firma analitik blockchain Onchain Lens pada 5 April 2025. Berdasarkan analisis, kedua alamat tersebut diduga dikendalikan oleh satu entitas yang sama.

Dalam transaksi tersebut, investor membeli sebanyak 50.706 ETH dengan harga rata-rata USD 2.201 per koin.

Langkah ini menjadi sorotan karena menandai perubahan strategi signifikan. Sebelumnya, alamat yang sama diketahui melakukan aksi jual ETH secara konsisten selama sekitar satu tahun terakhir.

Perubahan dari penjual menjadi pembeli besar dinilai sebagai sinyal penting bagi pasar. Aksi whale seringkali menjadi indikator sentimen investor besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap likuiditas dan pergerakan harga.

 

Dari Jual ke Beli, Sinyal Ethereum Masuk Zona Akumulasi

Perubahan perilaku investor ini dinilai sebagai indikasi bahwa harga Ethereum saat ini dianggap menarik untuk akumulasi jangka panjang.

Selama setahun terakhir, aksi jual dari dompet besar turut berkontribusi terhadap distribusi aset ke investor yang lebih kecil. Namun kini, strategi tersebut tampak berbalik arah.

Analis menilai langkah pembelian besar ini bisa menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda, sekaligus membuka peluang penguatan harga.

Level harga di kisaran USD 2.200 juga memiliki arti penting secara teknikal. Dalam beberapa siklus sebelumnya, level ini sering menjadi area support maupun resistance yang kuat.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa satu transaksi besar tidak cukup untuk menentukan arah pasar. Perlu dilihat apakah aksi ini akan diikuti oleh whale lain atau hanya bersifat sementara.