Bertemu Menteri PU dan KSAD, Seskab Teddy Bahas Pemulihan Fasilitas PascaBencana Sumatera

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membahas pemulihan dan pembangunan fasilitas pascabencana di Sumatera bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membahas pemulihan dan pembangunan fasilitas pascabencana di Sumatera bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Selasa (23/12/2025). Diskusi dilakukan di Mabes TNI AD Jakarta Pusat.

Teddy menyampaikan, sebanyak 11 Jembatan Bailey di lokasi terdampak bencana Sumatra sudah berhasil terbangun. Menurut dia, kerja sama dan semangat gotong royong semua pihak membantu mempercepat pembangunan fasilitas yang rusak atau putus.

"Kerja sama dan semangat gotong rayong antara warga, relawan, TNI dan Kementerian PU sangat membantu mempercepat proses pembangunan ini. Semoga selurunya bersama-sama saling membantu, saling menguatkan dan saling mendukung," ujar Teddy dikutip dari akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (23/12/2025).

Teddy menuturkan, 11 Jembatan Bailey tersebut telah terbangun dalam dua minggu terakhir. Selain itu, 72 jalan nasional di tiga provinsi Sumatera terdampak bencana sudah berfungsi, sisanya masih tahap perbaikan.

Berikut perkembangan pemulihan dan pembangunan fasilitas di minggu keempat pascabencana:

1. 11 Jembatan Bailey (berat 30-50 ton menyambungkan 40 - 180 m lebar sungai) telah terbangun dalam 2 minggu terakhir.

2. Dari 52 kabupaten/kota yang jalannya hampir terputus, kini tersisa 4 kabupaten yang jalannya belum beroperasi sempurna.

3. Jalan Nasional

- Aceh: 38 titik putus, 32 telah fungsional, 6 dalam tahap perbaikan.

Sumut: 12 titik putus, 10 telah fungsional, 2 dalam tahap perbaikan.

Sumbar: 30 titik putus, 30 telah fungsional.

 

Jembatan Selanjutnya

4. Jembatan Nasional

Aceh: 16 jembatan putus, 6 telah fungsional, 10 dalam proses pemasangan Bailey.

Sumut: 4 jembatan putus, 4 telah fungsional.

Sumbar: 13 jembatan putus, 13 telah fungsional.

5. Pembangunan hunian sementara dan pasokan air bersih menjadi prioritas utama, dan sudah mulai dibangun.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memulai pengerjaan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, huntara tersebut mulai dibangun sejak Jumat 19 Desember 2025.

"Huntara dibangun pada lahan seluas empat hektar yang berada di Dusun Sibalanga Julu, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Rencananya akan dibangun sebanyak 40 unit huntara tahap pertama," kata Abdul seperti dikutip dari siaran pers, Senin 22 Desember 2025.

 

BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Korban Bencana di Tapanuli Utara, Begini Penampakannya

Abdul menjelaskan, progres pekerjaan pada Minggu (21/12) terpantau pembukaan lahan telah selesai dilakukan. Terdapat satu unit huntara telah selesai 75% pengerjaan.

"Dalam pembangunan huntara, BNPB menggunakan rencana rancangan rumah tumbuh. Artinya, huntara ini nantinya akan dikembangkan juga sebagai hunian tetap (huntap)," ungkap dia.

Abdul merinci, luas lahan yang disiapkan untuk hunian per keluarga adalah 6x6 meter, luas bangunan huntara adalah 4x6 meter. Selain itu, model huntara menggunakan teknologi rumah instan sehat dan aman (RISHAM).

"Jadi satu unit rumah terdiri dari satu ruang tidur, satu ruang utama, dan satu kamar mandi yang dilengkapi dengan septitank. Struktur RISHAM menggunakan rangka beton bertulang," Abdul menandasi.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara menyampaikan, pihaknya akan membangun rumah hunian tetap bagi korban terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebanyak 2.603 unit. Pembangunan itu pun dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebanyak 2.500 unit rumah dari total 2.603 akan dibangun melalui sumbangan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit rumah merupakan inisiatif langsung Ara-sapaan akrab Maruarar Sirait.

"Uangnya non-APBN, 2.603 rumah. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi 2.500, dari saya pribadi 103," tutur Ara kepada wartawan, Jumat 19 Desember 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6