Prabowo Ungkap Pesan Terakhir Ayahnya: Kalau Bingung, Pilih yang Paling Berpihak ke Rakyat

Presiden Prabowo Subianto kembali mengenang pesan mendalam sang ayah, Profesor Soemitro Djojohadikusumo. Pesan itu disampaikan menjelang kepergian sang ayah.

Diterbitkan 20 Desember 2025, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo selalu berpihak pada rakyat, menjalankan pesan mendiang ayahnya.
  • Pemerintah fokus memberdayakan rakyat lemah, termasuk penyediaan 50.030 rumah subsidi.
  • Prabowo bertekad membersihkan aparat dari korupsi untuk hapuskan kemiskinan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali mengenang pesan mendalam sang ayah, Profesor Soemitro Djojohadikusumo. Pesan itu disampaikan menjelang kepergian sang ayah.

“Sebelum almarhum ayah saya meninggal Profesor Soemitro, dia hanya kasih satu pesan kepada saya dia, dia sudah di kursi roda, mungkin dia merasa akan dipanggil Tuhan, dia mengatakan kalau suatu saat saya berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu ingatlah, selalu berpihak kepada rakyatmu itu pesan beliau dan itu saya pegang,” kata Prabowo di Serang, Banten dalam acara Akad Massal 50.030 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Sabtu (20/12/2025).

Pesan itu dijalankan Prabowo. Saat harus memilih sejumlah opsi kebijakan, dia selalu bertanya kepada para menterinya tindakan apa yang paling pro rakyat.

“Tanya menteri-menteri kalau dihadapkan dengan keputusan cara bertindak kalau A atau B atau C, saya selalu tanya mana yang menguntungkan rakyat kecil? Kalau yang A, ya A jalankan. Kalau B, ya B. Kalau C, ya C, karena pendapat saya kira sama dengan ayah saya,” jelas dia.

Prabowo meyakini, jika orang yang sudah kuat, maka mereka sudah tahan banting. Namun kepada mereka yang masih lemah maka harus dibantu dengan memberdayakannya. Salah satunya dengan membantu memiliki rumah sendiri.

“Jadi sekarang hari ini saya merasa gembira walaupun saya sadar perjalanan masih jauh cita-cita kita masih jauh, 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Tapi yang disampaikan oleh Pak Maruar Sirait (Menteri Perumahan) benar kalau yang paling lemah ini berdaya maka akan hidupkan seluruh ekonomi saudara-saudara,” yakin dia.

“Jadi sekali lagi terima kasih semua pihak yang berhasil, hari ini prestasi luar biasa 50.030 akad masal rumah rumah subsidi,” imbuhnya menutup.

Bertekad Bersihkan Aparat Korup

Dalam pidato yang sama, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara yang kaya, namun terus dibayangi dengan praktik korup dari pejabat dan aparat. Dia pun bertekad membersihkan pemerintahan dari budaya korupsi demi menghilangkan kemiskinan.

“Saya bertekad kita mampu menghilangkan kemiskinan, kita mampu, saya sangat yakin,” kata Prabowo.

Dia mengatakan, kunci utama untuk memberantas rasuah adalah dengan menegakkan aturan hukum dengan tegas. Pejabat dan aparat harus berhenti melakukan penyelundupan, penyelewengan, korupsi, dan segala bentuk tindakan menipu rakyat.

“Sudah lama kita jadi orang Indonesia ya kan? Jangan mark up gila-gilaan. Mark up gila-gilaan, sama dengan mencuri,” jelas dia.

“Jangan karena pakaian bagus, pinter ngarang-ngarang di kertas mau ngakalin pemerintah, ngakalin rakyat,” sambung Prabowo.

Semua pihak pun harus mengoreksi diri dan mampu mengelola kekayaan Indonesia dengan lebih baik. Praktik bersih-bersih institusi pun menjadi fokus pemerintah.

“Sekarang harus kita kelola dengan baik, kita harus tegakan hukum tegakan peraturan. Negara harus hadir tapi negara juga harus bersih, pemerintah harus bersih, pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup” tegas Prabowo.

"Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang yang akan memberi pelayanan kepada rakyat," lanjutnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6