Banjir Bandang Terjang Solok, Puan Soroti Mitigasi Bencana

Puan menyoroti ancaman bencana saat musim hujan dan meminta pemerintah memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

Diterbitkan 22 September 2026, 17:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang yang menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.

"Terkait dengan bencana yang terjadi, banjir besar yang terjadi di Solok, kami meminta kepada semua stakeholder untuk bisa betul-betul mengantisipasi dan memitigasi semua hal yang ada di seluruh Indonesia, bukan hanya di Solok saja," kata Puan, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor melanda Solok pada Senin (21/9/2026) malam akibat curah hujan yang tinggi. Banjir menyebabkan empat orang terluka dan diduga terdapat sejumlah orang tertimbun material longsor.

Saat ini, petugas gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun material maupun terseret arus banjir. Bencana ini juga menyebabkan akses jalan dari Padang menuju Solok terputus dan sejumlah kantor di kompleks Pemda Solok rusak.

"Saat ini kan masih dalam proses pencarian atau evakuasi, kami berharap semoga tidak ada korban. Amin. Ke depannya harus lebih mengantisipasi dari mitigasi yang lebih efektif," tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

 

 

Berharap Proses Evakuasi Lancar

Puan lantas menyoroti kondisi cuaca di sejumlah daerah yang mulai memasuki musim hujan. Ia meminta seluruh stakeholder untuk siaga menghadapi bencana.

"Ini sudah beberapa kali bahkan sering dibicarakan oleh DPR kepada BNPB, bahkan tim dari kami, tim bencana juga sudah menyampaikan hal ini untuk melakukan mitigasi-mitigasi," ungkap Puan.

"Sekarang ini curah hujan cukup keras ataupun sangat tinggi juga efektivitas dari semua bendungan yang ada di Indonesia dan hal-hal lain," sambung mantan Menko PMK tersebut.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana.

"Dan memang koordinasinya harus lebih diperkuat dan antisipasinya juga harus diperkuat dengan gotong royong yang lebih strategis," tegas Puan.

Puan pun menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam atas bencana di Solok.

"Tentunya kita semua berduka dan merasa prihatin atas bencana ini. Pemerintah, terutama petugas di lapangan harus bekerja cepat memberi pertolongan kepada warga terdampak," ujarnya.

Puan mengatakan warga yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan harta benda, atau terganggu aktivitas sehari-harinya membutuhkan perhatian dan dukungan nyata.

"Dalam keadaan darurat, kebutuhan utama masyarakat mencakup tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta dukungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas," papar Puan.

Puan juga meminta pemerintah memastikan pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara cepat serta akurat. Hingga Selasa siang, pemerintah belum dapat memastikan jumlah korban jiwa maupun kerugian material karena proses pendataan secara riil di lapangan masih berlangsung.

"Data tersebut penting agar bantuan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan," lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Puan mendorong pemerintah menyampaikan perkembangan penanganan, termasuk jumlah warga terdampak yang telah menerima bantuan, kebutuhan yang belum terpenuhi, serta kendala distribusi di lapangan.

"Pastikan setiap kebutuhan korban atau warga terdampak dapat terpenuhi. Baik mereka yang mengungsi di tempat-tempat yang telah disiapkan pemerintah, maupun yang melakukan pengungsian mandiri," tutup Puan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6