Usai Bencana Sumatera, Prabowo Beri Perhatian Khusus untuk Masalah Lingkungan

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap masalah lingkungan usai terjadi bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 19:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap masalah lingkungan usai terjadi bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera.

Sejumlah masalah yang menjadi sorotan Prabowo yakni, penertiban kawasan hutan, izin pertambangan, hingga izin pembukaan usaha di bantatan sungai.

"Berkenaan dengan bencana ini banyak juga yang harus menjadi pekerjaan rumah kita, berkaitan dengan masalah lingkungan, penertiban kawasan-kawasan hutan, izin-izin pertambangan, izin-izin pembukaan usaha-usaha di bantaran-bantaran sungai juga itu menjadi perhatian dari Bapak Presiden," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Lanud Sutan Sjahrir, usai mendampingi Prabowo meninjau bencana Sumatra Barat, Kamis (18/12/2025).

Menurut dia, Prabowo telah menyampaikan sejumlah isu lingkungan tersebut kepada para kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana.

Selanjutnya, kepala daerah akan menindaklanjuti arahan Prabowo untuk perbaikan tata kelola lingkungan.

"Tadi disampaikan kepada jajaran terkait, baik Gubernur, Wakil Gubernur, dan para Bupati," ucap Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan terima kasih kepada BNPB, TNI-Polri, Basarnas, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan semua masyarakat yang membantu penanganan banjir Sumatra. Dia meyakini kerja keras dan gotong royong akan mempercepat pemulihan daerah-daerah terdampak bencana.

"Terima kasih sekali lagi kami haturkan kepada seluruh pihak, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu bekerja sama, bekerja keras untuk segera mengatasi keadaan dan kembali menjalani kehidupan kita dengan sebaik-baiknya," tutup Prasetyo.

 

Kepala BNPB Lapor ke Prabowo, Minta Tambahan Personel TNI-Polri untuk Tangani Bencana di Aceh

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana di Provinsi Aceh.

Dalam laporannya, ia meminta tambahan personel TNI-Polri untuk menangani sejumlah wilayah masih tergenang lumpur akibat banjir besar beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Suharyanto disela-sela mendampingi Presiden Prabowo meninjau daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Ia juga melaporkan kepada Prabowo soal penanganan bencana di tiga provinsi wilayah Sumatera.

"Dalam perjalanan juga Bapak Presiden tadi mendapatkan laporan dari Kepala BNPB, tidak hanya berkenaan dengan penanganan bencana di Sumatera Barat, tetapi juga perkembangan penanganan di Provinsi Sumatera Utara maupun di Aceh," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Lanud Sutan Sjahrir, Sumatra Barat, Kamis (18/12/2025).

"Dan Kepala BNPB melaporkan dan meminta tambahan personel baik TNI maupun Polisi khususnya di beberapa wilayah di Aceh yang memang masih banyak tergenang lumpur," sambungnya.

Prasetyo menyampaikan sejumlah daerah yang masih tergenang lumpur salah satunya, Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Menurut dia, daerah-daerah tersebut membutuhkan personel TNI-Polri lebih banyak untuk menangani lumpur dan genangan air.

"Di antaranya Aceh Tamiang, kemudian tadi dilaporkan juga Aceh, Aceh Timur juga masih terdapat banyak genangan yang itu membutuhkan tambahan personel," ujar Prasetyo.

 

Helikopter hingga Pesawat Sudah Dikerahkan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah sudah mengerahkan lebih dari 50.000 anggota TNI-Polri ke lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Untuk itu, dia mengatakan semua pihak waspada apabila ada narasi yang menyebut bahwa negara tak hadir menangani bencana Suamtra.

"Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. 50.000 itu setingkat 50 batalion sudah dikerahkan di daerah terdampak. Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja, ya. Unsur-unsur yang memang ya punya agenda-agenda lain," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang dihadiri para menteri-wamen di Istana Negara Jakarta, Senin 15 Desember 2025.

Selain itu, dia menuturkan lebih dari 60 helikopter serta belasan pesawat diterjunkan ke daerah-daerah terdampak bencana. Prabowo juga telah memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Menteri Pekerjaan Umum segera membangun hunian tetap dan sementara untuk warga terdampak banjir.

"Pembangunan hunian segera dilakukan dan 2.000 rumah segera akan mulai dibangun," ujarnya.

Selanjutnya, 1.000 alat berat sudah dikirim ke lokasi bencana seperti truk, ekskavator, tangki air bersih dan minum. Pemerintah juga membangun 50 Jembatan Bailey, dimana 7 di antaranya sudah selesai dibangun.

"Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable. 50 jembatan Bailey sedang kita kerjakan, 7 tadi sudah jadi," ucap Prabowo.

Kemudian, pemerintah juga berupaya memulihkan akses jalan darat di wilayah bencana yang masih terisolasi. Prabowo meminta maaf apabila pemulihan pasca bencana tak bisa rampung dalam waktu singkat.

"Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal," jelas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6