Liputan6.com, Jakarta - Menjelang pergantiannya tahun 2025 ini, bagian sektor pertanian selalu berada di harapan dan kenyataan untuk kedepannya. Karena pertanian selalu menjadi sandaran kehidupan bagi jutaan masyarakat sekaligus sebagai penopang ketahanan bangsa.
Dan kenyataan yang terjadi sektor pertanian ini selalu diuji terus-menerus oleh perubahan iklim, tekanan pasar, keterbatasan dari lahan, sampai regenerasi pertani yang tidak ada ujung tuntasnya.
Dalam situasi ini, membahas tentang wajah baru pertanian bukan hanya sekedar menyusun proyeksi sebuah anga atau daftar target dalam produksi, tetapi upaya yang dilakukan dalam membaca arah zaman dan menimbang kesiapan untuk menghadapi masa depan.
Advertisement
Proyeksi sektor pertanian pada tahun 2026 di Indonesia diletakan dalam kerangka tersebut, hal ini akan menjadi gambaran prospektif mengenai kondisi pada pertanian Indonesia, serta menjadi alat analisis untuk memahami tren, peluang, dan juga tantangan yang akan dihadapi dalam jangka waktu beberapa tahun kedepan.
Di tahun 2026, pemerintah telah menetapkan target yang besar swasembada pangan yang direncanakan tercapai pada tahun 2026, lalu diperkuat lagi pada periode 2028-2029.
Fokus utama yang harus ditingkatkan produksi komoditas pangan strategis, khususnya pada beras, jagung, cabai, dan kembali dilanjutkan untuk diperkuat pada periode 2028-2029.
Dilansir dari Antara, pada hari Senin (15/12/2025), target yang dinginkan dari produksi beras mencapai 34,77 juta ton jagung 18 juta ton, cabai 3,08 juta ton, bawang merah 2 juta ton, serta tebu 39,5 juta ton atau setara dengan 2,8 juta ton gula.
Selain itu juga peningkatan pada produksi kopi, kakao, dan kelapa juga menjadi target, bersamaan juga dengan penguatan pupolasi sapi perah untuk mendukung program Makan Bergisi Gratis (MBG).
Target yang ingin dicapai tersebut menjadikan keseriusan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi tergantung nya pada impor.
Tantangan Kondisi Struktural yang Menghambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3501545/original/030671200_1625480047-neha-deshmukh-DQdDD3iwt2I-unsplash.jpg)
Pencapaian target produksi tidak lepas dari hambatan kondisi struktural sektor pertanian itu sendiri, perubahan iklim menjadi hambatan serta tantangan paling nyata, karena bisa mempengaruhi ketersediaan air, pola tanam, serta meningkatnya serangan hama dan pernyakit tanaman.
Hambatana tersebut bisa menghasilkan resiko gagal panen yang meningkat, sementara itu ketidakpastian iklim juga menuntuk sistem pertanian untuk lebih adaptif dan juga tanggung.
Kualitas lahan pertanian dihadapi terus oleh tekanan, degradasi lahan akibat erosi, alih fungsi lahan, pengundulan terhadap hutam, dan juga penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menjadikan turunnya daya dukung lingkungan.
Infrastruktur pertanian yang masih belum memadai, terutama seperti irigasi, jalan produksi dan fasilitas pasca panen, menjadi kendalam dalam meningkatnya efisiensi dan tekanan kehilangan hasil.
Hal lainnya seperti, ketergantungan pada impor komoditas tertentu menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional ini belum sepenuhnya kokoh, terutama ketika terjadinya gejolak global. Masalah regnerasi petani ini menjadi jangka yang panjang dan tidak bisa ditunda penanganannya.
Minat generasi muda pada pertanian cenderung menurun juga, karena adanya prsepsi bahwa sektor pertanian ini menawarkan pendapatan yang tidak pasti atau bersiko.
Pembiayaan yang masih terbatas, terutama bagi petani-petani kecil, sehingga kemampuan untuk meningkatkan skala usah dan teknologi baru menjadi terhambat
Advertisement
Tuntutan untuk Pemerintah yang Harus Dilakukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3277034/original/089175200_1603525285-Pertanian3.jpg)
Pada tahun 2026, pemerintah dituntut untuk memproses tantang tersebut dengan melakukan sejumlah arah kebijakan dan terobosan strategis.
Transformasi sistem pada pangan menjadi agenda yang harus diutamakan, dengan penekanan pada peningkatan kualitas benih, perbaikan kebijakan subsidi pupuk, serta penguatan hilirsasi pertanian.
Hal tersebut harus dilakukan guna untuk mendorong pertanian yang tidak hanya produktif, melainkan juga bernilai tambah dan berkelanjutan.
Teknologi yang dimanfaatkan pertanian modern menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan produktivitas, Teknologi seperti sistem pertanian cerdas dan drone pertanian sangat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, ketepatan input, dan juga hasil panen.
Tetapi teknologi tidak bisa melakukannya sendiri, perlu ada dukungan penyuluhan yang menjadi kunci inovasi ini benar-benar dapat dilakukan secara luas dan sesuai dengan kondisi lokal, bukan hanya menjadi proyek percontohan dari realitas lapangan.
Kapasitas SDM untuk Langkah Pasti
Peningkatan terhadap kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pertanian juga menjadi perhatian dalam menetapkan langkah strategis di tahun 2026.
Mlelaui program-program peraltihan dan pendidikan, aparatur tersebut diharapkan memiliki kemampuan teknis dan manajerial untuk lebih baik dalam mendampingi petani dan menjalankan kebijakannya.
Tuntutan aparatur pertanian tidak hanya sekedar pelaksana program, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang mampu menjembatani kebijakan nasional dengan yang dibutuhkan di daerah.
Kerja sama internasional juga dilakukan guna penguatan pada sektor pertanian. Kemitraan dengan berbagai negara dan lembaga internasional, termasuk melalui program seperti Forest, Agriculture, and Sustainable Trade (FAST)Â Programm guna meningkatkan keberlanjutan, memperkuat daya saing, dan juga membuka akses pasar global bagi komoditas pertanian Indonesia.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkaya praktik pertanian nasional melalui pembelajaraan global, tanpa mengabaikan pada konteks dan kepentingan domestik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207437/original/066091400_1667003636-Cerita_akhir_pekan.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4985572/original/049767000_1730283410-WhatsApp_Image_2024-10-30_at_4.50.18_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407960/original/020894400_1782291107-ChatGPT_Image_24_Jun_2026__15.43.56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782150/original/095901200_1782877989-henrik-l-pSrbsvmIxSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790512/original/064355700_1782898493-Jenewa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209049/original/095547800_1746424139-image__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782451/original/096347000_1782887081-Cakung_Barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782422/original/035473700_1782885706-Degradasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782438/original/039428600_1782886412-GSDC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782364/original/067481400_1782884356-Listyo_Sigit.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508874/original/089230100_1771634785-Menhut_Raja_Juli_Perhutanan.jpeg)