Prabowo Gelar Ratas Bahas Natal dan Tahun Baru 2026, Soroti Peringatan Dini Bencana hingga Stok BBM

Presiden Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas (ratas) terkait persiapan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Sabtu (13/12/2025).

Diterbitkan 13 Desember 2025, 17:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo rapat persiapan Nataru 2025/2026 bersama menteri.
  • Prabowo minta BMKG dan daerah waspada potensi curah hujan tinggi saat Nataru.
  • Kesiapan fasilitas umum, bahan pokok, dan telekomunikasi juga ditekankan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas (ratas) terkait persiapan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) bersama sejumlah menteri, Sabtu (13/12/2025).

Prabowo meminta agar peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus diperhatikan menejelang Nataru, khususnya daerah-daerah dengan potensi curah hujan tinggi.

"Beliau minta untuk itu terus diperhatikan, termasuk peringatan dini dari BMKG untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan Tahun Baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan untuk juga menjadi perhatian," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025).

Selain itu, dia mengingatkan soal kesiapan fasilitas-fasilitas umum untuk menyambut Nataru. Prabowo juga meminta agar ketersediaan bahan-bahan pokok dan bakan makanan untuk masyarakat dijaga.

"Semua fasilitas-fasilitas umum, beliau ingin memastikan kemudian ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia kemudian masalah telekomunikasi, komunikasi," jelas Prasetyo.

Rapat dari Lokasi Bencana

Rapat ini digelar di sela-sela kunjungan Prabowo ke lokasi terdampak bencana banjir di Sumatra Utara, Sabtu pagi. Prabowo ingin memastikan penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat.

"Jadi sekaligus selain beliau ingin memastikan penanganan bencana ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan secepat-cepatnya, beliau juga kemudian mengadakan rapat untuk persiapan Nataru," tutur Prasetyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6