Solidaritas Bencana Sumatra, MPN Kerahkan Jaringan Bantu Nelayan Terdampak

Bantuan tidak hanya bersifat personal, namun juga melibatkan jejaring organisasi yang tergabung dalam MPN.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • MPN dan Herman Khaeron prihatin, bantu korban bencana di Sumatra, terutama nelayan.
  • Bantuan disalurkan cepat melalui jejaring organisasi MPN di daerah.
  • Kolaborasi KKP-Kemenko Infrastruktur penting untuk maritim dan Giant Sea Wall.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) yang juga Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Merespons kondisi tersebut, MPN bergerak cepat menggalang solidaritas dan terjun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya untuk kelompok nelayan yang terdampak.

"Tentu kami secara personal turut prihatin dan berempati. Kami membantu semampu kami secara personal terhadap masyarakat yang terkena bencana, termasuk kepada para nelayan," ujar Herman kepada awak media di sela-sela acara Diskusi Publik Hari Nusantara bertema “Road Map Pembangunan Infrastruktur Kelautan dan Perikanan Menuju Indonesia Emas” yang digelar di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Herman memastikan, bantuan tidak hanya bersifat personal, namun juga melibatkan jejaring organisasi yang tergabung dalam MPN. Sebagai wadah multi-kepentingan yang berisi akademisi, praktisi, dan birokrat, MPN menggerakkan "sel-sel" anggotanya di daerah untuk mempercepat distribusi bantuan.

"Kami dorong sel-sel MPN di daerah. Karena di MPN ini berkumpul organisasi-organisasi jangkar seperti HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), HKTI, Ipkani, dan banyak organisasi lainnya. Ini menjadi forum multi-kepentingan untuk bekerjasama memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tambah Anggota Komisi VI DPR RI itu.

 

Kolaborasi Infrastruktur dan Giant Sea Wall

Selain membahas penanganan bencana di Sumatra, pria karib disapa Hero ini juga menyoroti pentingnya mitigasi dan pembangunan infrastruktur jangka panjang.

Dia optimistis, kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dapat menyelaraskan peta jalan bagi dunia maritim yang lebih baik.

"Infrastruktur dasar seperti penyediaan air minum, akses jalan, akses pasar, hingga sarana cold storage, tentu bisa di-support oleh orkestrasi dari lingkup kerja Kemenko Infrastruktur," harap dia.

Lebih jauh, Herman juga menyinggung proyek strategis pembangunan Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa) di Pantai Utara Jawa. Proyek ini dinilai vital untuk menyelamatkan jutaan warga dan kawasan industri strategis dari ancaman bencana rob dan penurunan muka tanah di masa depan.

"Tadi kami sudah ketemu link-nya, dan ini menumbuhkan optimisme bahwa kolaborasi antar kementerian ke depan bisa berjalan baik," Herman menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6