Prabowo Rapat Kabinet di Aceh: Ingin Penanganan Pascabencana Sumatra Dipercepat

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di posko terpadu penanganan banjir di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, setelah meninjau langsung wilayah terdampak di Bireuen.

Diterbitkan 07 Desember 2025, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo pimpin rapat percepatan penanganan bencana banjir di Aceh.
  • Rapat bahas penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi di tiga provinsi.
  • Masalah penyakit pengungsi dan bantuan tenaga medis juga dibahas.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di posko terpadu penanganan bencana banjir di Lanud Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Rapat digelar usai Prabowo meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, rapat dimulai sekitar pukul 19.17 WIB. Prabowo ingin penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipercepat sehingga masyarakat dapat hidup normal kembali.

"Beliau ingin betul-betul penanganan terhadap terjadinya bencana yang melanda di tiga provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat dilakukan percepatan. Dan malam ini bapak presiden ingin langsung memimpin rapat koordinasi bersama dengan seluruh jajaran menteri-menteri terkait," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo di Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh, Minggu (7/12/2025).

Nantinya, kata dia, pemerintah akan memutuskan upaya-upaya percepatan penanganan bencana yang dilakukan. Prasetyo menyampaikan rapat juga akan membahas penanganan darurat bencana, inventarisasi kerusakan, persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.

"Penanganan darurat, kemudian segera untuk paralel dilakukan inventarisasi, termasuk diproses dipersiapkan rehabilitasi maupun rekonstruksi. Semua. Paralel harus dikerjakan," ujarnya.

 

Bahas soal Penyakit

Selain itu, rapat terbatas juga membahas soal penyakit-penyakit yang menyerang pengungsi banjir. Prasetyo membuka peluang adanya perbantuan dari daerah lain untuk tenaga medis.

"Dalam bencana kali ini rumah sakit, tenaga kesehatan, tenaga medis juga bagian dari yang terdampak sehingga memerlukan penanganan yang mungkin harus kita lakukan perbantuan dari luar daerah," tutur Prasetyo.

Sejumlah menteri yang hadir yakni, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Pratikno, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri SugionoMenteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Marurar Sirait

Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Tampak pula Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6