[VIDEO] Lurah dan Juragan Gabah Terima BLSM, Warga Miskin Protes

Pembagian BLSM si sejumlah daerah mengalami permasalahan, sejumlah warga miskin tidak menerima kompensasi kenaikan harga BBM itu.

Diterbitkan 26 Juni 2013, 13:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) diduga tidak tepat sasaran. Di Purworejo, Jawa Tengah, pembagian BLSM diprotes warga.

Seorang kepala desa dan juragan gabah terdata sebagai penerima BLSM. Padahal, sekitar 20 warga Desa Rasukan yang hidup miskin malah tidak mendapat BLSM.

Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Rabu (26/6/2013) warga pun protes kepada kepada desa. Kepada warga, kepala desa menjelaskan pendataan terakhir dilakukan 2011. Jelang penyaluran BLSM, data itu tidak diperbaharui lagi.

Kondisi serupa terjadi di Solo. Agus Yulianto protes ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Jawa Tengah. Dia kaget tidak menerima BLSM padahal selama ini terdaftar sebagai penerima Jamkesmas dan Bantuan Langsung Tunai alias BLT saat kenaikan BBM sebelumnya.

Liputan 6 SCTV, Rabu 926/6/2013) memberitakan, Agus mendatangi Kantor BPS setelah kelurahan maupun kantor pos yang menyalurkan BLS lepas tangan. Nama Agus sebenarnya tercantum dalam verifikasi data BPS, namun kemudian dicoret.

BPS yang hanya bertugas mendata tidak bisa berbuat banyak. Agus disarankan menyelesaikannya di kelurahan.

Sementara di Jakarta, ribuan warga antre berdesakkan sejak pagi untuk mencairkan BLSM di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur. Antrean warga mengular hingga depan Kantor Pos Jatinegara demi mendapat uang tunai Rp 300 ribu. Kantor Pos Jatinegara membagikan 1.800 BLSM bagi warga Rawa Bunga dan Pisangan Baru.

BLSM disalurkan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bagi warga miskin. Penerima akan mendapat Rp 150 ribu selama 4 bulan. Pembayaran dilakukan 2 tahap. Tahap ke dua dilaksanakan September mendatang. (Eks/Ism)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6