Prabowo Cek Pembangunan Jembatan Bailey di Bireuen yang Rusak Akibat Banjir

Presiden Prabowo Subianto mengecek pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Teupin, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Jembatan tersebut sangat penting untuk menyambungkan kembali beberapa wilayah di Aceh dan Sumatra Utara.

Diterbitkan 07 Desember 2025, 12:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengecek pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Teupin, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Jembatan tersebut sangat penting untuk menyambungkan kembali beberapa wilayah di Aceh dan Sumatra Utara.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Jembatan Bailey pada Minggu (7/12/2025) pukul 11.46 WIB dengan menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma. Prabowo tampak didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. 

Prabowo berdiri di tepi sungan sambil mendengarkan penjelasan dari pemerintah daerah setempat, Gubernur Aceh, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Dia juga melihat langsung alat berat serta prajurit TNI yang sedang bekerja membangun kembali Jembatan Bailey.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kedua Jembatan Bailey tersebut masing-masing berbobot sekitar 50 ton dan berfungsi sebagai struktur sementara maupun permanen. Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan tersebut rampung dalam tiga hari kedepan.

"Dengan Jembatan Bailey yang terpasang, kami berharap dapat membuka kembali akses jalan dalam dua atau tiga hari ke depan," kata Teddy, Sabtu 6 Desember 2025.

Pasang 2 Jembatan Bailey

Pemasangan dua Jembatan Bailey di Sungai Teupin, Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengatasi dampak bencana banjir.

Jembatan ini dirancang untuk dapat berfungsi sebagai struktur sementara sekaligus permanen, memberikan solusi cepat untuk masalah aksesibilitas. Keberadaan Jembatan Bailey sangat krusial untuk menyambungkan kembali beberapa wilayah di Aceh dan Sumatra Utara.

Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemasangan Jembatan Bailey ini akan memulihkan akses darat ke beberapa daerah penting. Termasuk di antaranya adalah jalur penghubung antara Banda Aceh dan Medan yang sempat terganggu. Pemerintah dan militer bekerja tanpa henti bersama warga lokal untuk menyelesaikan instalasi jembatan ini.

Aceh sendiri mencatat 46 titik tanah longsor dan 34 titik banjir, yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional dan 14 jembatan. Sementara itu, Sumatra Utara melaporkan 144 titik tanah longsor dan 20 titik banjir, merusak 25 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Kondisi ini memperlihatkan betapa parahnya dampak bencana terhadap konektivitas antar wilayah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6