Bupati Aceh Selatan Mirwan Diisukan Umrah Usai Menyerah Tangani Bencana Banjir, Ini Respons Kemendagri

Mengonfirmasi tindakan yang dilakukan Mirwan, khususnya soal perjalanan umrahnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benny Irwan mengatakan pihaknya tengah menelusuri hal itu.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 16:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bupati Aceh Selatan diduga umrah saat banjir, memicu kontroversi di media sosial.
  • Kemendagri sedang menelusuri kebenaran dugaan umrah Bupati Mirwan.
  • Gubernur Aceh meminta bupati yang tak sanggup tangani bencana untuk mundur.

Liputan6.com, Jakarta - Heboh di media sosial yang menyebut Bupati Aceh Selatan, Mirwan Ms diduga melaksanakan ibadah umrah di tengah bencana banjir yang masih melanda wilayahnya. Hal itu diketahui, dari unggahan foto di akun biro travel perjalanan umrahnya Almisbah Travel yang menyebar luas di media sosial.

Sebelum ramai diberitakan umrah, Mirwan juga ramai diberitakan mengirimkan surat ketidaksanggupan sebagai kepala daerah untuk menanggulangi bencana yang melanda wilayahnya.

Mengonfirmasi tindakan yang dilakukan Mirwan, khususnya soal perjalanan umrahnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benny Irwan mengatakan pihaknya tengah menelusuri hal itu. Dia hendak memastikan, apakah benar yang bersangkutan melakukan ibadah umrah saat wilayahnya masih dilanda bencana.

"Kami sedang cek," singkat Benny melalui pesan tertulis diterima, Jumat (5/12/2025).

Setelah ramai isu tersebut, Mirwan mengunggah aktivitasnya meninjau lokasi banjir dan bertemu warga. Video itu diunggah pada 5 Desember 2025. Dalam video itu, dia mengaku meninjau kondisi banjir di wilayahnya.

“Alhamdulillah, empat hari lalu saya turun langsung ke lokasi banjir di Trumon. Keadaan sudah lebih baik dan tidak separah daerah lain. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulis Mirwan MS dalam klarifikasinya.

Dalam video itu, Bupati Mirwan juga mengaku memberikan bantuan yang diambil dari gajinya.

“Saya secara pribadi, saya ada menyisikan rezeki dari gaji saya,” ucapnya.

Gubernur Aceh: Bupati Cengeng Silakan Mundur

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberi peringatan, kepada bupati atau kepala daerah yang cengeng dan menyerah menangani banjir lebih baik mengundurkan diri. Peringatan itu disampaikan menyusul adanya sejumlah kepala daerah yang menyatakan ketidaksanggupan dalam menangani bencana banjir di Aceh.

"Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri atau turun dari jabatan. Kita ganti dengan yang lain, yang siap bekerja untuk rakyat," kata Muzakir Manaf di Aceh Timur.

Dia mengingatkan agar tidak ada kepala daerah yang bersikap main aman atau takut mengambil keputusan di tengah kondisi darurat. Saat situasi bencana, yang dibutuhkan adalah keberanian, kecepatan, dan kepedulian.

"Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh. Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6