Menhut Raja Juli Sebut Cak Imin Minta Maaf Soal Tobat Nasuha

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat  Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sudah meminta maaf padanya atas pernyataan tobat nasuha. 

Diterbitkan 04 Desember 2025, 18:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Raja Juli menerima permintaan maaf Cak Imin atas pernyataan 'tobat nasuha'.
  • Cak Imin menjelaskan 'tobat nasuha' berarti evaluasi total kebijakan bencana alam.
  • Raja Juli mengingatkan menteri untuk kompak dan tidak saling mendiskreditkan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat  Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sudah meminta maaf padanya atas pernyataan tobat nasuha.  

"Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Pak, Gus Imin, beliau mengatakan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya," kata Raja dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Kamis (4/12/2025).

Raja Juli mengaku menerima maaf dari Cak Imin. Dia menilai Cak Imin tidak memiliki niat tertentu untuk membuat pernyataan tersebut.

"Beliau secara gentle saya kira minta maaf. Dan saya kira, saya terima maaf beliau karena memang bukan itu maksud beliau. Beliau mengatakan demikian kepada saya," ungkapnya.

Dia juga menyatakan telah mengingatkan kepada Cak Imin agar sesama menteri jangan sampai saling mendiskreditkan kinerja satu sama lain.

"Dan sebagai sesama menteri, saya katakan kita harus kompak, nggak boleh lagi ada pernyataan-pernyataan yang justru saling mendiskreditkan antara kementerian yang lain," ujarnya.

"Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita," tambahnya. 

Menurut Raja, pernyataan Cak Imin soal tonat nasuha keliru sehingga ia meminta maaf. 

"Sekali lagi saya apresiasi ke Gus Imin mengatakan maaf kepada saya dengan pernyataan yang keliru ketika itu," pungkasnya.

 

Cak Imin Ajak Tobat Nasuha

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyakarat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengaku berkirim surat ke koleganya di Kabinet Merah Putih (KMP). Surat itu ditujukan ke Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.

Pria yang akrab disapa Cak Imin menuturkan, surat itu berisi ajakan untuk evaluasi total seluruh kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah terkait banjir sumatera. Ajakan ini terkait dengan bencana banjir Bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

"Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya, Tobat Nasuha. Itu kuncinya," ujar Cak imin dalam sambutannya dalam Workshop Kepala Sekolah SMK untuk Program SMK Go Global di Kota Bandung, Senin 1 Desember 2025. Seperti dilihat dari akun Youtube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Cak Imin melanjutkan, kunci Tobat Nasuha adalah evaluasi total. Karena itu, pemerintah harus mengevaluasi total seluruh kebijakannya yang berkaitan dengan alam. Supaya bencana alam tidak terjadi lagi di Indonesia.

"Dari sejak kita berpikir, melangkah dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat. Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," ucapnya.

Ketum PKB ini melanjutkan, bencana yang terjadi di siklus akhir tahun tak boleh lagi terulang. 

"Itu kebijakan-kebijakan dalam tanda petik evaluasi dan tobat, agar kan ini siklus tahunan ya di musim-musim bulan November-Desember ini harus dievaluasi total sehingga November nanti tidak terjadi lagi," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6