Puan Ingatkan Pejabat Jaga Lisan soal Bencana Sumatra: Kita Berempati, Jangan Komentar yang Tak Seharusnya

Puan menyebut situasi bencana saja sudah menyulitkan, sehingga tidak seharusnya ditambah dengan komentar yang tidak mengenakkan dari pejabat.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puan Maharani meminta pejabat berempati terkait bencana banjir Sumatera.
  • Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf atas pernyataannya yang meremehkan banjir.
  • Menko PMK Pratikno akui penanganan banjir Sumatera belum maksimal.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pejabat pemerintahan untuk bijaksana dan empati dalam menanggapi atau menyikapi bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra.

Hal tersebut disampaikan Puan menyikapi pernyataan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menyebut bencana di Sumatra terlihat mencekam di media sosial saja.

"Ya pada saat ini lebih baik kita bisa berempati lebih baik daripada kemudian jangan memberikan komentar yang tidak seharusnya diberikan," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2025).

Puan menyebut situasi bencana saja sudah menyulitkan, sehingga tidak seharusnya ditambah dengan komentar yang tidak mengenakkan dari pejabat.

"Karena memang situasinya musibah dimana-mana, kemudian bencana memang terjadi. Jadi sekecil apapun yang terjadi tentu saja ada korban yang memang mengalami hal yang tidak mengenakan," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Gus Irawan. Permintaan maaf ini disampaikan setelah sebelumnya dia menilai banjir di Tapsel tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli," kata Suharyanto saat mengunjungi Desa Aek Garoga, Batang Toru, Senin (1/12/2025).

Suharyanto mengatakan, kunjungannya ke Tapanuli Selatan hingga Tapanuli Utara sebagai bentuk kepedulian. Dia juga memastikan pemerintah ingin membantu masyarakat.

"Kami tentu saja hadir di Tapanuli ini untuk membantu seluruh masyarakat," ucapnya.

Menko PMK Pratikno Minta Maaf Penanganan Banjir Sumatra Tak Maksimal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan permintaan maaf atas penanganan bencana banjir dan longsor Sumatra kurang optimal.

"Pemerintah telah bekerja keras. Mohon maaf jika masih kurang maksimal," kata Menko PMK Pratikno di Jakarta dilansir Antara, Rabu (3/12/2025).

Dia mengatakan, geografi wilayah bencana sangat berat sehingga menyulitkan upaya distribusi logistik maupun pencarian korban.

"Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga masih belum mendukung. Tapi seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolir. Jadi mohon doa dan dukungan dari semuanya," kata Menko Pratikno.

Menurut dia, pemerintah telah bekerja keras sejak hari pertama bencana sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto. Saat ini penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra dalam tahap tanggap darurat.

"Pak Presiden memerintahkan kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk bekerja keras mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana," kata Menko Pratikno.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6