Ridwan Kamil dan Lisa Mariana di Pusaran Kasus BJB

Kasus BJB yang menyeret Ridwan Kamil dan Lisa Mariana. Ridwan Kamil menyebut seorang gubernur dapat mengetahui aktivitas korporasi BUMD jika ada laporan dari tiga unsur penting, yaitu direksi, komisaris sebagai pengawas, serta kepala biro BUMD.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 14:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ridwan Kamil membantah terlibat kasus korupsi BJB, tidak tahu soal dana iklan.
  • Aktivitas korporasi BUMD kewenangan internal, gubernur tidak menerima laporan.
  • Dana ke Lisa Mariana uang pribadi terkait pemerasan, bukan kasus BJB.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus BJB yang menyeret Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Lisa Mariana kembali disorot. Ridwan Kamil angkat suara soal namanya yang terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).

Dengan tegas, pria yang akrab disapa RK itu membantah adanya keterlibatan dirinya dalam perkara tersebut.

RK menjelaskan bahwa seluruh aktivitas korporasi BJB sepenuhnya menjadi kewenangan internal bank sebagai badan usaha milik daerah (BUMD). Sebagai gubernur saat itu, dirinya tidak ikut mengambil keputusan, apalagi mengetahui adanya persoalan terkait dana iklan yang kini sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pada dasarnya yang paling utama adalah saya tidak mengetahui apa pun soal perkara dana iklan ini. Karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi BUMD dilakukan secara teknis oleh mereka sendiri,” ujar RK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Menurut RK, seorang gubernur hanya dapat mengetahui aktivitas korporasi BUMD jika ada laporan dari tiga unsur penting, yaitu direksi, komisaris sebagai pengawas, serta kepala biro BUMD. Namun, selama menjabat, ia mengaku tidak pernah menerima laporan apa pun mengenai dugaan pelanggaran.

“Tiga-tiganya tidak pernah memberikan laporan. Makanya kalau ditanya apakah saya mengetahui, ya tidak,” tegasnya.

RK berharap penjelasan tersebut bisa meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang. Ia menegaskan tidak pernah terlibat, apalagi menikmati hasil dari tindakan korupsi.

“Jadi saya tidak tahu, tidak terlibat, apalagi menikmati hasilnya. Mudah-mudahan klarifikasi ini membuat persepsi yang selama ini berkembang menjadi clear,” katanya.

 

 

Soal aliran dana kepada model Lisa Mariana

 

RK juga angkat bicara mengenai isu aliran dana ke model majalah dewasa, Lisa Mariana, yang sempat menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa uang tersebut tidak ada hubungannya dengan dugaan korupsi di BJB.

“Itu konteksnya pemerasan dan itu uang pribadi,” kata RK.

Sebelumnya, Lisa Mariana telah dipanggil KPK untuk memberikan keterangan mengenai dana yang diterimanya. Ia mengakui menerima uang tersebut untuk biaya hidup anaknya, meski enggan menyebutkan nominal.

“Ya, ada aliran dana, buat anak saya,” ujar Lisa di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025). Namun ketika ditanya jumlahnya, ia hanya menjawab singkat, “Saya enggak bisa sebut nominalnya.”

Bahagia bisa memberikan klarifikasi

Meski dipanggil sebagai saksi, RK menyatakan justru senang karena akhirnya dapat menyampaikan klarifikasi secara langsung.

“Saya sebenarnya senang, karena ini saya tunggu-tunggu untuk memberikan klarifikasi. Tanpa klarifikasi, persepsinya bisa liar dan merugikan,” ucapnya.

RK menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengaku datang sebagai bentuk akuntabilitasnya sebagai mantan pejabat publik.

“Ini bentuk penghormatan saya terhadap supremasi hukum dan transparansi. Saya datang untuk menjalankan kewajiban sebagai mantan pejabat publik,” ujar RK.

Ia berharap keterangannya dapat membantu proses penyelidikan KPK berjalan terang benderang.

“Intinya, saya siap dan mendukung KPK memberikan informasi seluas-luasnya terkait perkara di BJB,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6