Ekspresi Dedi Mulyadi Saat Menteri Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar Jadi Ridwan Kamil

Menteri Pertanian Amran Sulaiman salah memanggil nama Gubernur Jabar saat acara panen raya di Karawang.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 14:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Karawang - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman salah sebut saat memanggil nama Gubernur Jawa Barat (Jabar), saat acara Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Awalnya, Amran menyapa para menteri dan kepala badan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kemudian, pada saat menyapa Gubernur Jawa Barat, bukan nama Dedi Mulyadi yang ia sebut, melainkan Ridwan Kamil.

"Para Gubernur, ada Pak Ridwan Kamil, eh Astagfirullah. Kang Dedi Mulyadi, jadi beliau saya selalu, jadi ini harus potong kambing ya kalau salah nama, maaf Pak Gubernur," kata Amran dalam sambutannya, yang langsung mengundang gelak tawa Dedi Mulyadi dan warga yang hadir. 

Dalam kesempatan itu, Amran mengaku kerap menghubungi Dedi Mulyadi untuk beragam urusan. Di hadapan Dedi Mulyadi, Amran juga mengatakan dirinya adalah kader Partai Gerindra.

"Sahabatku, sering telepon-teleponan, Pak Mentan ada irigasi, saya sangat dekat beliau. Tapi biasa beliau tambah bapak presiden, Pak Mentan jangan sampai lupa, saya dari Gerindra. Oh ya, aku ngerti itu. Maksudnya itu tambah bantuan 10 persen," ujarnya.

"Tetapi perintah bapak presiden tahu, maaf. Sewaktu distributor pupuk diubah seluruh Indonesia, aku terngiang di Hambalang," sambungnya.

Kata yang membuatnya terngiang yakni agar tidak pilih kasih.

"Pak Mentan, jangan pilih kasih seperti orang lain, itu siapapun terbaik, itu yang jadi distributor. Jadi kami tutup mata Bapak Presiden, siapa saja, saya iya iya saja, enggeh enggeh enggak kepanenggeh, garis lurus saja bapak presiden," ungkapnya.

"Maaf Pak Gubernur, nanti bantuan ada tambahannya karena layanannya baik hari ini," pungkasnya.

Prabowo Sebut Indonesia Capai Swasembada Pangan

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2025.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahmin, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia. Terima kasih," kata Presiden Prabowo yang langsung menumbukkan alu ke dalam lesung sebagai simbol tercapainya swasembada beras.

Di atas panggung, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan perwakilan kelompok petani, saat pengumuman swasembada pangan itu.

Menko Zulhas, Mentan Amran, dan perwakilan petani itu juga ikut menumbukkan alunya ke dalam lesung bersama Presiden.

Selepas itu, Presiden lanjut menyalami satu per satu perwakilan petani yang naik di atas panggung, kemudian Presiden meninggalkan lokasi panen raya.

Dalam sambutannya saat acara, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas pencapaian swasembada itu.

Di hadapan para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh komunitas pertanian Indonesia, Presiden Prabowo berterima kasih atas kerja keras mereka.

"Terima kasih, seluruh komunitas pertanian di Indonesia, saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang 4 tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara, kita sudah swasembada, satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun, kita sudah tidak tergantung bangsa-bangsa lain," kata Presiden Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan para petani.

Presiden melanjutkan petani-petani telah membuktikan diri sebagai putra-putri terbaik bangsa.

Kontras dengan pencapaian petani, Presiden kemudian menyoroti perilaku sejumlah elite yang lebih sering mengejek dan melempar sindiran terhadap kinerja pemerintah.

"Yang penting, saudara-saudara, hari ini saudara (petani, red.) telah memberi bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Presiden kemudian menceritakan beberapa bulan lalu ada tokoh-tokoh penting yang menyangsikan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan. Tokoh penting yang disebut Prabowo itu juga meragukan kinerja Mentan Amran.

"Sungguh ini, ngomong ke saya: tidak mungkin swasembada itu, Amran itu hati-hati, Amran kadang-kadang banyak janjinya saja. Tetapi, hari ini, saudara-saudara sekalian, saudara Andi Amran Sulaiman, saya beri Bintang Jasa Utama. Dia bersama jajaran kalian, kalian semua ini, telah mengamankan masa depan bangsa Indonesia, dan saya percaya, habis ini kita tidak akan bisa diberhentikan," kata Presiden Prabowo memuji Amran.

Di lokasi panen raya, Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia swasembada pangan di hadapan para petani, komunitas pertanian Indonesia, jajaran menteri dan wakil menteri, pimpinan lembaga, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, kepala staf dari masing-masing tiga matra TNI, direktur-direktur utama BUMN, terutama yang terlibat dalam program swasembada pangan pemerintah.

Pada bagian pembuka sambutannya, Presiden Prabowo memanggil para pejabat dan dirut BUMN, serta kepala daerah satu per satu, untuk mengetahui siapa-siapa yang hadir, dan tidak hadir.

 

Â