Menteri LH Ungkap Pemicu Banjir Aceh: Kawasan Hutan Berkurang 14 Ribu Hektare

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkapkan Aceh mengalami pengurangan tutupan hutan signifikan pada periode 1990 sampai 2024.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aceh kehilangan 14.000 hektare hutan (1990-2024), memicu banjir.
  • Sumatera Utara dan Barat juga kehilangan hutan signifikan.
  • Siklon tropis dengan curah hujan ekstrem memicu banjir dan longsor.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkapkan Aceh mengalami pengurangan tutupan hutan signifikan pada periode 1990 sampai 2024. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penyebab bencana banjir di Sumatera.

"Kami ingin sampaikan bahwa dalam kondisi tersebut di Aceh terjadi pengurangan tutupan hutan dari tahun 1990 sampai 2024 sebesar 14.000 hektare. Tentu angka ini sangat berpengaruh," kata Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Hanif menyebutkan, di daerah aliran sungai (DAS) Sumatera Utara, tepatnya di Batang Toru terdapat pengurangan hutan hingga 19 ribu hektare. Sedangkan, di Sumatera Barat pengurangan hutan 10.521 hektare.

"Di Batang Toru, terdapat pengurangan hutan sampai di angka di slide nomor 51. Ada pengurangan hutan sejumlah 19.000 hektare. Selanjutnya di DAS Sumatra Barat, kita juga kehilangan hutan di angka 10.521 hektare," bebernya.

Menurut Hanif, bencana banjir dan longsor Ach dipicu oleh siklon tropis senyar yang membawa curah hujan ekstrem. Pada puncaknya, curah hujan tercatat mencapai 300–400 mm.

"Untuk siklon di utara dari Sumatera ini, jumlah volume hujannya dua kali dari kejadian yang ada di Ciliwung, sehingga dengan demikian kita juga patut memproyeksikan seandainya siklon ini berada di Jawa, maka potensi bencananya akan sangat besar," ujarnya.

Jabar Kehilangan Hutan Lindung

Tak hanya Sumatera, menurut Hanif, Jawa Barat juga telah kehilangan kawasan lindung sebesar 1,2 juta hektare. Sebab itu, Jawa Barat hanya dilindungi 400 ribu hektare kawasan lindung dan rawan bencana.

"Kalau kita bicara Jawa Barat, maka Jawa Barat telah kehilangan kawasan lindungnya sejumlah 1,2 juta hektare. Sehingga hari ini Jawa Barat hanya dilindungi 400 ribu hektare untuk kawasan lindung yang melindungi ekosistem di bawahnya, sehingga sangat rentan bencana," paparnya.

Akibat bencana di Sumatera ini, sebanyak 23 DAS terdampak bencana di Sumatera. Di antaranya, DAS Batang Toru, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Ada 23 DAS terdampak bencana di Sumatera, yaitu meliputi di das Batang Toru, kemudian daerah Sumatera Barat, dan di Aceh," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6