Usai Banjir Bandang, Potret Anak-Anak Gayo Lues Semangat Belajar dengan Kondisi Seadanya

Sejumlah bangunan sekolah rusak diterjang banjir bandang November 2025 lalu.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan belajar mengajar kembali berdenyut di Gayo Lues, Aceh, setelah banjir bandang menerjang November 2025 lalu. Dalam kondisi darurat, murid-murid SDN 12 Blangkejeren, Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, tampak sangat antusias mengikuti pelajaran.

"Kami tetap semangat meskipun harus belajar di tenda kayak begini," kata Cantika, seorang siswi kelas 5 SD yang ditemui di Sekolah Darurat Agusen, Gayo Lues. Dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Cantika yang bercita-cita menjadi guru itu mengungkapkan semangatnya menuntut ilmu demi mewujudkan cita-citanya sebagai guru. Menurutnya, menjadi guru sangat mulia karena bisa memberikan ilmu kepada anak-anak di masa depan.

Kepala SDN 12 Blangkejeren, Tarmiji mengatakan, siswa di Agusen memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk tetap belajar.

"Alhamdulillah sudah beberapa hari ini antusias, sudah semakin semangat lagi, sudah mulai hilang lah rasa-rasa traumanya sekarang," ujarnya.

Tarmiji menjelaskan KBM yang digelar di sekolah darurat dilakukan menyusul bangunan asli sekolah tersebut yang kini rusak akibat diterpa bencana banjir pada akhir 2025 lalu.

KBM di 2 Lokasi, Dibagi 2 Sesi

Kegiatan belajar dilakukan di dua lokasi dan dua waktu berbeda. Yaitu di sekolah darurat dan SMPN 2 Blangkejeren bagi para siswa yang mengungsi di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Blangkejeren, sekitar 17 kilometer dari lokasi kejadian.

"Karena masa darurat ini, KBM (dimulai pukul) 08.30 sampai 11.45. Kemudian siang jam 14.00 dia masuk sampai waktu Ashar," ungkap dia.

Melihat semangat anak-anak ini, Tarmiji berharap rencana pembangunan sekolah baru bisa segera direalisasikan. Sehingga anak-anak di Desa Agusen bisa menempuh pendidikan dengan lebih aman dan nyaman.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengemukakan pihaknya melakukan percepatan pembangunan konstruksi sekolah terdampak banjir di wilayah Aceh agar proses belajar mengajar dapat bangkit dan memberi kenyamanan pascabencana.

"Nanti segera kita bangun, yang untuk kelas darurat segera kita bangun. Nanti sambil dibangun gedung sekolah yang baru," kata Mu'ti.