7 Warga Laos Terjebak di Gua Sejak 19 Mei, Thailand Turun Tangan

Kenapa tim penyelamat dari Thailand sampai harus terlibat? Berikut alasannya.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Vientiane - Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencapai tujuh orang yang terjebak di sebuah gua di wilayah tengah Laos sejak pekan lalu.

Sekelompok warga desa di Provinsi Xaisomboun memasuki gua tersebut untuk mencari emas pada 19 Mei, namun hujan deras memicu banjir bandang yang menutup jalur keluar. Demikian menurut tim penyelamat Laos dan Thailand yang terlibat dalam operasi tersebut seperti dikutip dari Associated Press.

Bounkham Luanglath, yang memimpin Laos' Rescue Volunteer for People, mengatakan kepada Associated Press pada Senin (25/5/2026) bahwa satu orang dari kelompok tersebut berhasil keluar sebelum pintu gua tertutup dan kemudian memberi tahu pihak berwenang. Hingga kini, kondisi tujuh orang yang masih terjebak belum diketahui.

Ia mengatakan gua itu merupakan lorong sempit yang kerap didatangi warga desa untuk mencari kandungan emas. Menurut dia, pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan warga agar tidak memasuki gua tersebut karena alasan keselamatan.

Radio Nasional Laos yang dikelola negara melaporkan bahwa tim penyelamat Thailand tiba di lokasi pada Minggu (24/5) untuk memberikan bantuan. Para penyelam sejak saat itu mulai menelusuri bagian gua yang tergenang banjir menuju lokasi yang diyakini menjadi tempat kelompok tersebut terjebak.

Kementerian Luar Negeri Laos menolak memberikan komentar. Negara di Asia Tenggara itu merupakan negara komunis satu partai tanpa oposisi terorganisasi dan pemerintahnya kerap membatasi informasi yang disampaikan kepada publik. 

Keterlibatan tim penyelamat Thailand dalam operasi ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan keahlian khusus dan peralatan teknis yang tidak dimiliki oleh tim lokal Laos. Laporan dari Deutsche Welle (DW) mengonfirmasi bahwa organisasi relawan Laos secara resmi meminta bantuan darurat berupa pompa air berkapasitas besar, generator, dan kamera pencitraan termal untuk mendeteksi tanda kehidupan di dalam gua yang terisolasi.

Selain keterbatasan alat, ABC News dan The Guardian menyoroti bahwa tim yang dikirim dari Thailand mencakup para penyelam spesialis—termasuk pakar dari misi penyelamatan ikonik Gua Tham Luang 2018—yang memiliki kompetensi tinggi untuk bernavigasi di dalam ruang sempit vertikal selebar 50 sentimeter yang dipenuhi air berlumpur pekat.