Dorong Kemandirian Ekonomi Kementrans Salurkan 16 Kapal untuk Nelayan Kawasan Transmigrasi Batam

Bantuan kapal diberikan lengkap dengan perangkat pendukung penangkapan ikan untuk masing-masing kelompok nelayan.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 22:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) kepada warga transmigran yang berprofesi sebagai nelayan di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon. Bantuan senilai Rp8,7 miliar itu diberikan untuk memperkuat aktivitas penangkapan ikan sekaligus meningkatkan pendapatan warga dalam upaya membangun kemandirian ekonomi.

“Para nelayan ini sangat senang karena ada bantuan, kita berharap dengan adanya bantuan kapal ini dapat meningkatkan pendapatan mereka karena nanti hasil tangkapannya akan bisa bertambah banyak sehingga dapat menghidupi keluarga,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Pangkalan PSDKP Jembatan II Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Senin (1/1/2025).

Bantuan kapal diberikan lengkap dengan perangkat pendukung penangkapan ikan untuk masing-masing kelompok nelayan. Selain sarana kapal, Kementrans bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta BP Batam menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi para nelayan transmigran Tanjung Banon.

Pelatihan mencakup teknik memaksimalkan hasil tangkapan hingga pengolahan ikan agar memiliki nilai tambah dan daya jual lebih tinggi. Pemerintah menilai pelatihan ini penting untuk memastikan kapal dan fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan optimal oleh para nelayan.

 

 

Tingkatkan Kesejahteraan Transmigran

Viva Yoga menegaskan bahwa bantuan kapal merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga transmigran. Ia menjelaskan bahwa Kementrans juga memberikan jaminan hidup selama satu tahun bagi setiap kepala keluarga transmigran.

"Jaminan hidup itu berupa beras setiap bulan 43 kilo per kepala keluarga, kemudian minyak goreng, peralatan mandi, peralatan dapur, peralatan untuk anak-anak, itu menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Transmigrasi selama satu tahun untuk memberikan jaminan hidup kepada warga transmigran,” jelasnya.

Jaminan tersebut diberikan sebagai masa adaptasi awal agar warga dapat menata kehidupan baru hingga akhirnya mampu mandiri. 

"Diharapkan setelah satu tahun mereka bisa mandiri, mereka bisa dapat meningkatkan pendapatannya dan itu menjadi bukti bahwa Kementerian Transmigrasi bukan memindahkan kemiskinan tapi mengubahnya menjadi sejahtera,” katanya.

Kementrans juga membuka peluang untuk menambah jumlah kapal di masa mendatang apabila jumlah nelayan transmigran meningkat. Program ini dinilai fleksibel dan disesuaikan langsung dengan dinamika lapangan.

"Kita lihat nanti ya, kalau memang nanti ada tambahan warga transmigran baru yang itu adalah warga nelayan, nanti akan kita tambah (kapal) lagi," katanya.

"Tergantung kepada kebutuhan di lapangan, kita fleksibel, dananya sudah ada, tinggal kebutuhan di lapangan seperti apa nantinya kita akan sesuaikan," tambahnya.

 

 

Harapan Nelayan

Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon merupakan proyek percontohan transmigrasi modern yang digagas Kementrans. Kawasan ini dirancang sebagai pusat ekonomi baru yang terpadu dan dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, pelabuhan, hingga potensi wisata.

Pemerintah menargetkan kawasan ini mampu menciptakan masyarakat mandiri, produktif, dan sejahtera melalui dukungan infrastruktur, pelatihan, serta bantuan sarana ekonomi seperti kapal perikanan bagi komunitas nelayan.

Salah satu penerima bantuan, Kasino, berharap kapal baru ini mampu meningkatkan penghasilannya. 

“Ya harapannya kita bisa mendapatkan lebih banyak ikan, penghasilnya lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, para nelayan hanya menggunakan perahu kecil bermesin 15 PK dan melaut dengan dua orang. Kapasitas yang terbatas membuat hasil tangkapan tidak selalu stabil. 

“Dapatnya kadang-kadang 30 kilo, 40 kilo, sekarang kami kan sudah dapat bantuan kapal besar, setidaknya kalau pergi bisa lebih agak jauh, lebih dapat ikan yang banyak, atau di lautan yang luas,” ungkapnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6