Jalur Medan-Aceh Tamiang Mulai Dibuka Terbatas, BNPB: Besok Ditargetkan Pulih 100 Persen

BNPB menyampaikan bahwa jalur Medan menuju Aceh Tamiang kini sudah bisa dilewati kendaraan roda empat secara terbatas dan ditargetkan pulih 100 persen pada 3 Desember 2025.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 18:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, jalur Medan, Sumatera Utara, menuju Aceh Tamiang, Aceh, sudah bisa dilintasi.

"Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas," kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025). 

Abdul menuturkan, besok 3 Desember 2025 pagi, jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100 persen. "Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan," ungkap dia.

Abdul menegaskan sampai hari ini, bantuan logistik tetap disalurkan melalui jalur udara. Untuk Aceh Tamiang, Deputi 4 BNPB telah memerintahkan helikopter untuk mengirimkan dukungan dengan metode air drop di beberapa titik seperti lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka.

"Adapun jenis dan kuantitas barang yang dikirim dalam tahap ini meliputi makanan siap saji 100 pack, hygiene kit 100 buah, paket sembako 50 pack, selimut 100 lembar, matras 100 lembar, alat kebersihan 25 buah," tutur dia.

Abdul berharap, dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe ini bisa membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan seluruh komponen yang bertugas di lapangan selama tanggap darurat hingga pemulihan nanti.

"Setelah akses mulai terbuka, maka distribusi bantuan logistik dan permakanan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi serta pembersihan material dapat lebih mudah dilakukan secara maksimal dan menyeluruh," kata dia. 

Aceh Terkunci Imbas Banjir Bandang

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, sejumlah wilayah di Aceh masih terisolir akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa hari ke belakang. Terdapat beberapa lokasi dengan kondisi akses jalan yang terputus, dipicu jembatan roboh dan banjir bandang. 

"Setidaknya ada sekitar 30 jembatan besar yang roboh sehingga memutus akses,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Tito merinci, wilayah terdampak yang dimaksud antara lain Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Lhokseumawe, Aceh Utara, Lhoksukon, hingga Bireuen. Termasuk beberapa titik lain seperti Bandar Meriah dan kawasan Gayo yang juga terkendala akses darat.

"Bahkan jalur jembatan nasional dari Bireuen menuju Pidie Jaya yang menghubungkan Medan–Banda Aceh juga ikut putus. Jadi otomatis terkunci daerah itu,” jelas Tito.

Meski terioslir, Tito memastikan suplai logistik tetap dapat disalurkan melalui jalur udara, karena terdapat bandara di Takengon dan Lhokseumawe. 

"Basarnas bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah bekerja keras menyalurkan bantuan. Dropping logistik dilakukan langsung dari Halim Perdanakusuma maupun dari Medan sesuai instruksi Presiden," tegas eks Kapolri ini.

Stok Beras Cadangan Aceh Cukup

Sementara itu, mengenai ketersediaan beras di Aceh, Tito menilai stok masih mencukupi. Hanya saja, sejumlah kebutuhan lain mulai menipis, seperti telur, cabai, kecap, gula, pakaian dalam, popok bayi, susu, juga BBM.

"Semua bergerak langsung dikendalikan oleh Bapak Menko PMK, Pak Pratikno, dan BNPB, TNI, Polri, semua bergerak (membantu)," Tito menandaskan.

Provinsi Aceh mencatatkan data hingga Minggu, 30 November 2025 sore, bahwa sebanyak 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang. Mereka tersebar di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Selain itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 62.000 KK di 11 kabupaten/kota.

Diketahui, sejumlah jalur utama masih terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif.

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6