Tanggal 29 November Diperingati Sebagai Hari Apa? Berikut Sederet Perayaannya!

Tanggal 29 November terdapat sejumlah peristiwa penting. Mulai dari Hari Ulang Tahun Korpri hingga Hari Ucapan Elektronik. Ada apa lagi? Simak selengkapnya!

Diterbitkan 29 November 2025, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 29 November dunia memperingati sejumlah peristiwa bersejarah. Hari ini, Sabtu (29/11/2025) diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Korpri.

Mulanya, Korpri dibentuk untuk melindungi pemerintah yang tengah berkuasa saat itu. Namun, pada era reformasi Korpri mulai bersifat netral dan dilarang memihak partai politik.

Hari ini juga diperingati sebagai Hari Raya Kuningan untuk masyarakat HIndu di Bali. Hari ini diperingati sebagai bagian dari Hari Raya Galungan yang sebelumnya diperingati pada tanggal 19 November 2025. Hari ini diperingati sebagai kemenangan dharma melawan adharma.

Hari Raya Kuningan disebut juga sebagai Tumpek Kuningan. Hari raya ini jatuh pada hari Sabtu, Kliwon, wuku Kuningan. Biasanya masyarakat Bali memasang tamiang, kolem, dan endong pada perayaan hari ini.

Selain itu, hari ini turut diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. Hari ini ditetapkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1978.

Momentum ini menjadi peringatan bagi warga dunia untuk kembali melihat situasi rakyat palestina yang belum memperoleh hak-hak mereka yang semestinya.

Tak kalah menarik, hari ini juga diperingati sebagai misteri meninggalnya seorang wanita di Lembah Isdalen, Norwegia pada tanggal 29 November tahun 1970. Hari ini diperingati untuk meningkatkatkan kesadaran masyarakat dan untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang jenazahnya tidak dapat diidentifikasi.

Terakhir, hari ini juga diperingati sebagai Hari Ucapan Elektronik. Perayaan hari ini ditujukan untuk mengingatkan orang-orang seberapa sering mereka mengirim ucapan atau pesan melalui email atau media sosial dengan kemudahan teknologi yang sudah tersedia saat ini.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 29 November dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Ulang Tahun Korpri

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Hari Korpri atau Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri diperingati pada 29 November setiap tahunnya. Pada perayaan tahun ini, peringatan Hari Korpri jatuh pada Sabtu.

Mengacu pada situs resmi Diskominfo Provinsi Kaltim, pada peringatan tahun ini HUT ke-52 Korpri mempunyai tema Koprikan Indonesia.

Artinya sendiri merujuk pada upaya membangun kesatuan, semangat kebersamaan, hingga didedikasi di antara pegawai negeri.

Sebagai informasi, Korpri adalah sebuah organisasi yang menjadi tempat atau wadah untuk seluruh pegawai negeri. Para anggota Korpri di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS) dari pegawai BUMN, BUMD, hingga anak perusahaan di bawahnya.

Korpri berdiri berdasarkan Keppres Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korpri dan diperkuat dengan adanya Keppres Nomor 24 Tahun 2010 tentang Anggaran Dasar Korpri. Mengutip dari Korpri Surabaya, Korpri dibentuk sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja.

Kemudian upaya lainnya seperti pengabdian dan netralitas Pegawai Negeri, sehingga dalam pelaksanaan dan tugasnya sehari-hari lebih dapat berdaya guna dan berhasil guna.

Korpri menjadi organisasi ekstra struktural dan secara fungsional tidak bisa terlepas dari kedinasan maupun di luar kedinasan.

Selain itu, awal mula Korpri dibentuk mempunyai tujuan dalam melindungi pemerintah yang berkuasa saat itu. Namun, sejak era reformasi Korpri menjadi organisasi yang netral dan tidak boleh berpihak kepada partai politik tertentu.

Hari Raya Kuningan

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Hari Kuningan merupakan hari besar bagi hari Galungan sebagai kemenangan dharma melawan adharma yang pemujaannya ditujukan kepada para Dewa dan Pitara agar turun melaksanakan pensucian serta mukti, atau menikmati sesajen-sesajen yang dipersembahkan.

Kemenangan dharma atas adharma yang telah dirayakan setiap Galungan dan Kuningan hendaknya diserap dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Raya Kuningan atau sering disebut Tumpek Kuningan jatuh pada hari Sabtu, Kliwon, wuku Kuningan. Pada hari itu, mereka memasang tamiang, kolem, dan endong.

Tamiang adalah simbol senjata Dewa Wisnu karena menyerupai Cakra dan disimbolkan sebagai penolak marabahaya. Kolem adalah simbol senjata Dewa Mahadewa dan sebagai simbol tempat peristirahatan Hyang Widhi, para Dewa, dan leluhur.

Sedangkan endong adalah simbol kantong perbekalan yang dipakai oleh para Dewata dan leluhur saat berperang melawan adharma.

Endongan digunakan sebagai simbol persembahan kepada Hyang Widhi. Tamiang kolem dipasang pada semua palinggih, bale, dan pelangkiran. Sedangkan endong dipasang hanya pada palinggih dan pelangkiran.

Tujuan pelaksanaan upacara kuningan ini adalah untuk memohon kesentosaan, kedirgayusan, serta perlindungan dan tuntunan lahir dan batin.

Tradisi ini merupakan simbol persembahan kepada leluhur yang sudah meninggal agar diberi tempat yang layak di alam sana. Secara niskala (tidak nyata) kita memberikan sesajen dan secara skala (nyata) kita memberikan uang sebagai bentuk nyata.

Keunikan hari raya Kuningan selain penggunaan warna kuning adalah yaitu persembahyangan harus sudah selesai sebelum pukul 12.00 siang (tengai tepet).

Sebab menurut umat Hindu, persembahan dan persembahyangan setelah pukul 12.00 hanya akan diterima Bhuta dan Kala karena para Dewata semuanya telah kembali ke Kahyangan.

Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina

Dilansir Liputan6.com dari website UNESCO, tanggal 29 November diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina sejak tahun 1978. Hari ini memiliki makna yang penting dan mendalam bagi rakyat Palestina. 

Pemilihan tanggal ini dilatarbelakangi seruan Majelis Umum PBB untuk memperingati resolusi tahunan tentang pembagian Palestina. Resolusi ini dikenal sebagai rencana pembagian atau Resolusi 181 yang bertujuan untuk mendirikan Negara Arab dan Negara Yahudi dan diadopsi pada tanggal 29 November 1947.

Hari ini memberikan kesempatan untuk warga dunia untuk melihat kembali situasi Palestina yang masih jauh dari kata aman. Pada kenyataanya, permasalahan Palestina hingga kini masih belum terselesaikan.

Banyak rakyat Palestina yang belum mendapatkan hak-haknya dengan baik. Hak-hak yang dimaksud ini adalah hak-hak yang tidak dapat dicabut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB.

Hak-hak tersebut antara lain hak untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan masyarakat eksternal, hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional, dan hak untuk kembali ke rumah dan harta benda milik mereka.

Hari ini adalah momentum yang tepat untuk masyarakat internasional menunjukkan solidaritasnya terhadap warga Palestina. Melalui solidaritas dan dukungan ini, mereka dapat membantu Palestina untuk mencapai impiannya akan masa depan yang damai.

Peringatan Misteri Kematian Wanita Isdal

Dilansir Liputan6.com dari National Today, pada hari ini, jasad seorang perempuan ditemukan di Lembah Isdalen, dekat Bergen, Norwegia tahun 1970. Lembah ini memang dianggap masyarakat sekitar sebagai lembah yang memiliki kesan anker hingga disebut sebagai “Lembah Kematian”. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang melakukan aksi bunuh diri di lokasi ini.

Jenazah wanita tersebut ditemukan oleh seorang pria dan kedua putrinya yang sedang mendaki di daerah tersebut. Mulanya, mereka mencium aroma busuk yang tidak enak dan sangat menyengat. Setelah ditelusuri, bau tersebut bersumber dari seorang wanita yang sudah hangus terbakar di antara bebatuan.

Usai menemukan jenazah wanita yang hangus terbakar, keluarga tersebut langsung melapor ke polisi. Namun, ketika diperiksa oleh polisi bagian depan tubuh dan pakaiannya terbakar parah sehingga tidak dapat diidentifikasi.

Selain itu, polisi menemukan sejumlah barang yang terdapat di dekat jenazah. Di antaranya adalah wadah paspor plastik, sebotol minuman keras, bekas kertas terbakar, topi bulu hingga bekas bensin. 

Hasil autopsi mengungkapkan wanita tersebut meninggal karena mengonsumsi sejumlah obat-obatan dan keracunan karbon monoksida.

Dia diketahui meminum 50 hingga 70 pil tidur merek Fenemal dan 12 pil lain yang ditemukan di samping jenazahnya.

Banyak warga yang mempercayai dia adalah mata-mata karena beberapa kejanggalan. Polisi mengungkapkan dia telah bepergian ke Norwegia dan Eropa dengan delapan paspor palsu dan sering berpindah kamar hotel. Hingga kini, jasadnya masih belum dapat dikenali.

Hari Ucapan Elektronik

Dilansir Liputan6.com dari National Today, iterasi internet pertama kali hadir pada tahun 1967 bernama ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network). Penemuan ini diikuti dengan perkembangan komputer pribadi pada tahun 1980-an. Kedua hal ini menjadi landasan bagi perkembangan media sosial pada tahun 1990-an.

Kemudian pada tahun 2000-an, media sosial mulai berkembang pesat. Berbagai platform tercipta dan memudahkan interaksi di dunia, seperti  LinkedIn, MySpace, Friendster, Photobucket, Flickr, dan Youtube.

Lalu pada tahun 2006, berbagai platform lainnya ikut bermunculan. Pada tahun itu, Facebook dan Twitter mulai menggemparkan dunia. Masyarakat mulai membagikan pesan, cerita hingga pengalamannya di kedua platform besar ini.

Selanjutnya, di tahun 2009 hingga tahun 2010, muncul aplikasi serupa yang menjadi saingan dari Facebook dan Twitter, seperti WhatsApp, Instagram, dan Snapchat. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk membagikan foto dan video mengenai kesehariannya. Puncaknya pada tahun 2020, muncul platform bernama TikTok yang menggemparkan generasi muda.

Hari ini menjadi pengingat bagi warga dunia betapa mudahnya komunikasi terjalin melalui pesan elektronik. Kini, mereka dapat dengan mudah berbagi kabar tanpa ada batasan ruang dan waktu. Masyarakat dunia bisa saling mengenal satu sama lain.

Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk menghubungi kembali teman lama atau keluarga yang telah jauh terpisah. Hari ini juga dapat dirayakan dengan membagikan momen seru dan kebahagiaan yang dirasakan kepada khalayak luas.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6