Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis 27 November 2025: Mayoritas Langit Pagi Jabodetabek Cerah Berawan

Pada pagi hingga malam hari mayoritas Jabodetabek di dominasi cerah berawan hingga berawan tebal, terkecuali di beberapa titik.

Diterbitkan 27 November 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jabodetabek diperkirakan didominasi cuaca cerah berawan sejak pagi hingga malam, dengan potensi hujan ringan di beberapa titik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Kamis (27/11/2025) diperkirakan didominasi awan tebal di pagi dan malam hari, terkecuali jakarta timur dan Jakarta utara yang diperkirakan hujan ringan pada malam hari

Untuk wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Jawa Barat, dari pagi hingga malam didominasi dengan berawan, lalu Bekasi, Jawa Barat dan Tangerang, Banten malamnya akan diguyur hujan ringan. 

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Cerah Berawan  Berawan  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Berawan  Berawan Tebal 
 Jakarta Timur   Cerah Berawan  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan  Berawan  Hujan Ringan 
 Kepulauan Seribu   Berawan   Cerah Berawan  Berawan
 Bogor  Berawan  Berawan  Berawan Tebal
 Depok   Cerah Berawan  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Cerah Berawan  Berawan Tebal   Hujan Ringan 
 Tangerang   Berawan Tebal   Berawan Tebal  Hujan Ringan 

Jenis-Jenis Cuaca yang Umum Terjadi di Indonesia

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki beragam jenis cuaca yang dapat terjadi sepanjang tahun. Berikut adalah beberapa jenis cuaca yang umum dijumpai beserta karakteristiknya:

1. Cuaca Cerah

Cuaca cerah ditandai dengan langit yang biru tanpa awan, sinar matahari yang terang, dan suhu udara yang nyaman. Kondisi ini biasanya terjadi ketika tekanan udara tinggi dan tidak ada gangguan atmosfer. Cuaca cerah sangat ideal untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti piknik, olahraga, atau sekadar berjemur.

2. Cuaca Berawan

Pada cuaca berawan, langit tertutup sebagian atau seluruhnya oleh awan. Tingkat kecerahan dan suhu udara dapat bervariasi tergantung pada jenis dan ketebalan awan. Cuaca berawan sering kali merupakan tanda akan datangnya hujan, terutama jika awan yang terbentuk adalah awan cumulonimbus.

3. Cuaca Hujan

Hujan terjadi ketika uap air di atmosfer berkondensasi dan jatuh ke bumi dalam bentuk tetesan air. Intensitas hujan dapat bervariasi dari gerimis ringan hingga hujan lebat. Cuaca hujan penting bagi siklus air dan kesuburan tanah, namun hujan yang terlalu deras dapat menyebabkan banjir dan longsor.

4. Cuaca Panas

Cuaca panas ditandai dengan suhu udara yang tinggi, biasanya di atas 30°C. Kondisi ini sering terjadi pada musim kemarau atau saat matahari berada pada posisi tertinggi. Cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan, sehingga penting untuk menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan.

5. Cuaca Berangin

Angin adalah pergerakan udara horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara. Cuaca berangin dapat bervariasi dari hembusan lembut hingga angin kencang. Meskipun angin dapat memberikan kesejukan, angin yang terlalu kuat berpotensi menyebabkan kerusakan pada properti dan tanaman.

Memahami karakteristik berbagai jenis cuaca ini dapat membantu kita dalam mengantisipasi perubahan cuaca dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Misalnya, jika prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan, kita dapat membawa payung atau jas hujan sebagai persiapan.

Kemendagri Perintahkan Pemda Siap Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi. Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA bergerak cepat mengkonsolidasikan unsur BPBD, Satpol PP, dan Damkar di seluruh daerah.

Dalam arahannya, Safrizal menegaskan, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berada pada tingkat risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

Kondisi cuaca ekstrem, curah hujan yang meningkat, serta tingginya kerentanan wilayah menjadi faktor yang harus diantisipasi dengan langkah kesiapsiagaan yang terukur dan terpadu.

"Pemerintah daerah harus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh unsur di daerah berada dalam kondisi siap. Ini penting agar kita tidak gagap ketika bencana terjadi," tegas Safrizal, disampaikan dalam keterangan persnya, Senin 24 November 2025.

Sebagai tindak lanjut, Safrizal memerintahkan pemerintah daerah untuk segera melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di wilayah masing-masing. Apel tersebut diinstruksikan untuk melibatkan BPBD, Satpol PP, Damkar, unsur TNI/Polri, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

"Daerah perlu memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik dalam menghadapi bencana. Apel kesiapsiagaan menjadi sarana penting untuk memeriksa dan memastikan seluruh unsur tersebut benar-benar siap," pungkas Safrizal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6