Liputan6.com, Surabaya - Surabaya kembali menorehkan catatan positif dalam pembangunan berbasis masyarakat. Program “Kampung Pancasila” yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sejak 11 Agustus 2025, tak hanya mampu mendorong partisipasi warga dalam pembangunan, tetapi juga menarik perhatian nasional sebagai model pemberdayaan berbasis nilai luhur bangsa.
Program ini telah diterapkan di 1.360 RW di Kota Pahlawan, dan dinilai sukses oleh berbagai kalangan. Salah satunya, Guru Besar IPDN Prof Muhadam Labolo yang menyebut gerakan ini sebagai bentuk pelembagaan nilai Pancasila dalam praktik kehidupan warga sehari-hari.
“Kampung Pancasila mencerminkan miniatur Indonesia di Surabaya. Program ini diterapkan melalui empat pilar utama yang mencerminkan Lima Sila secara praktis,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Advertisement
Prof Muhadam menyebut empat pilar tersebut mencakup lingkungan (kesadaran memilah sampah), ekonomi (penguatan 385.054 UMKM), sosial budaya (aktivitas gotong royong), dan kemasyarakatan (penyelesaian persoalan internal dan keamanan berbasis warga).
RW Gundih dan Tambakrejo jadi Model Praktik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424432/original/027662000_1764142275-IMG_9053.jpeg)
Sejumlah kampung di Surabaya menampilkan hasil konkret dari nilai-nilai Pancasila. Di RW 06 Kelurahan Gundih, misalnya, budidaya maggot dan urban farming menjadi solusi atas masalah lingkungan dan ekonomi melalui semangat gotong royong. Sementara RW 3 Tambakrejo mengembangkan IPL CRT, kebun hidroponik, hingga dolanan mingguan sebagai bentuk penguatan karakter anak dan pelestarian budaya.
“Pengukuran nilai Pancasila berbasis aktivitas warga memberi gambaran perubahan komunitas di level pemula, berkembang dan maju,” terang Prof Muhadam.
Implementasi juga didukung aplikasi “Sayang Warga” dan penguatan 9.000 poskamling yang berkontribusi menurunkan angka kriminalitas hingga 5% setiap tahun.
Banyak Daerah Tertarik Tiru Model Surabaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424433/original/065667000_1764142275-IMG_9052.jpeg)
Wali Kota Eri mengungkap bahwa inisiasi ini sempat diragukan saat dipresentasikan di forum APEKSI. Namun justru karena itu, sejumlah daerah seperti Medan dan Depok kini mengirim delegasi untuk belajar langsung ke Surabaya.
“Ketika saya baca sejarah bangsa, saya sadar bahwa keberhasilan Surabaya bukan semata karena pemerintah, tapi karena kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” jelas Eri.
Dengan dukungan dana stimulan Rp5 juta per RW per bulan dan bonus Rp10 juta per tahun bagi yang mandiri, setiap RW didorong menjadi aktor utama pembangunan. Pemerintah hanya berperan sebagai orkestra yang mengharmonikan seluruh potensi.
Target 700 Kampung Mandiri, Inklusif untuk UMKM
Eri juga menegaskan bahwa gerakan ini turut melibatkan dunia usaha. Salah satunya adalah kerja sama UMKM dalam produksi sandal hotel.
“Kalau warga bisa menyelesaikan sendiri masalahnya, baru bicara ke pemerintah. Ini tentang mengubah mindset kolektif,” ucapnya.
Ia pun menargetkan 700 kampung mandiri pada 2026 dan seluruh RW menjadi Kampung Pancasila pada 2027. Nilai gotong royong dan tradisi seperti “Jumat Berkah” pun kembali hidup.
Perluas ke Generasi Muda, Libatkan Influencer
Ketua Satgas Kampung Pancasila, Irvan Widiyanto, menyatakan bahwa dari 786 RW yang disasar pada 2025, seluruhnya telah menyelesaikan tahap sosialisasi.
“Fokus kita sekarang adalah praktik langsung di lapangan, agar masyarakat tidak hanya tahu, tapi benar-benar menjalankan nilai Pancasila,” tuturnya.
Wilayah-wilayah seperti Pabean Cantian, Genteng, Wonokromo, Tambaksari, Sawahan, Tandes, dan Krembangan menjadi pionir. Ke depan, pendekatan program akan diperluas ke generasi muda, bahkan direncanakan melibatkan influencer demi daya tarik yang lebih kuat.
“Gerakan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan untuk menyelesaikan masalah sosial-ekonomi kompleks di era modern,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424431/original/085650300_1764142274-IMG_9054.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504657/original/014215100_1771256819-Walkot_Surabaya_HPSN_2026.webp)