Rawat Semangat Juang Pahlawan Nasional, Generasi Penerus Perkuat Ikatan Nasionalisme di Tengah Keberagaman

Nilai keberanian, integritas, dan pengabdian dinilai semakin urgent di tengah tantangan modern seperti penetrasi teknologi, polarisasi sosial, hingga perubahan global yang cepat

Diterbitkan 24 November 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • IKPNI merayakan Hari Jadi ke-51 untuk perkuat nilai kepahlawanan di tengah dinamika global.
  • Peringatan ini menegaskan kembali nilai perjuangan pendiri bangsa bagi generasi muda.
  • IKPNI mendorong ketahanan karakter bangsa melalui teladan nilai pahlawan.

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) memperingati Hari Jadi ke-51 pada Sabtu 22 November 2025. Menurut Ketua Panitia Harlah ke-51 IKPNI, Seno Kasman Singodimedjo, usia tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah dinamika sosial dan geopolitik yang terus berubah.

"Peringatan Hari Jadi IKPNI digelar di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. Sebagai organisasi resmi keluarga pahlawan nasional, IKPNI memiliki akar historis kuat," ujar Seno melalui keterangan tertulis diterima.

Seno menceritakan, IKPNI berawal dari 10 November 1974 oleh para istri pahlawan nasional—di antaranya Ibu Martadinata, Ibu Djuanda, Ibu Sjahrir, dan Ibu Wahid Hasyim—bersama Sekretaris Jenderal Departemen Sosial saat itu, Ibu Rusiah Sardjono. Akhirnya pada 21 November 1989, organisasi menamakan kelompoknya dengan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI).

"Di usia ke-51, IKPNI mendorong peringatan hari jadi sebagai ruang mempertegas kembali nilai perjuangan para pendiri bangsa. Nilai keberanian, integritas, dan pengabdian dinilai semakin urgent di tengah tantangan modern seperti penetrasi teknologi, polarisasi sosial, hingga perubahan global yang cepat," tutur Seno.

Selain itu, lanjut Seno, peringatan usia ke-51 juga membawa makna spiritual dan historis yang penting bagi keluarga besar pahlawan nasional.

“Peringatan Hari Lahir IKPNI ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita, khususnya para ahli waris pahlawan nasional, untuk menjaga nama baik pahlawan dan melestarikan nilai perjuangan yang telah diwariskan," jelas dia.

"Kami berharap generasi muda dapat meneladani semangat kejuangan tersebut dalam menghadapi tantangan zaman,"imbuh Seno.

Sebagai cucu dari pahlawan nasional Kasman Singodimedjo, Seno menekankan bahwa kekuatan kebersamaan menjadi energi utama terselenggaranya acara tersebut.

“Berkat kebersamaan dan hubungan emosional antar keluarga pahlawan nasional. Peringatan ini mempererat silaturahmi dan memperkuat tekad bersama dalam menjaga martabat bangsa," harap dia.

 

Pesan Kebangsaan

Bagi IKPNI, peringatan hari jadi bukan hanya agenda internal keluarga pahlawan nasional. Di baliknya, ada pesan kebangsaan yang hendak disampaikan kepada publik.

"Kami ini memandang bahwa ketahanan karakter bangsa hanya dapat tumbuh jika masyarakat terus meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Martabat bangsa pun akan terjaga apabila spirit kejuangan itu dihidupkan dalam tindakan sehari-hari—mulai dari disiplin, kejujuran, hingga kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi," kata dia.

Seno meyakini, semangat persatuan perlu terus dirawat di tengah keberagaman yang menjadi ciri Indonesia. Nilai-nilai itu, menurut dia, bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menatap masa depan.

"Perjuangan itu kini berpindah tangan kepada generasi sekarang untuk menjaga idealisme, merawat akal sehat publik, dan memastikan cita-cita para pendiri bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6